DLHP Bondowoso Sosialisasikan PBLHS

66
Sosialisasi gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) mensosialisasikan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), Selasa (14/12/2021).

Kegiatan yang digelar di di Aula Sbhabina Praja II tersebut, dilakukan guna meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah dan memberikan pemahaman lebih kepada siswa tentang lingkungan hidup melalui tenaga pendidik.

“Kita sosialisasikan kepada perwakilan sekolah tingkat SD-SMP, bagaimana pola penanganan lingkungan hidup di sekolah dan memberikan gambaran pengelolaan lingkungan hidup melalui Adiwiyata,” ungkap Kepala DLHP melalui Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup, Syahrial Farry.

Dikatakan Syahrial, secara tekhnis, lingkungan Adiwiyata pada lingkup dunia pendidikan harus bisa menerapkan konsep awalan tertentu. Sehingga, mekanisme dan gambaran pada program selanjutnya, mudah terlaksana.

“Harus ada pengawalan dan teknis tertentu dalam program ini. Serta memberi gambaran kepada mereka, agar nantinya apa yang kita butuhkan, sekolah bisa menyiapkan,” tuturnya.

Ditambahkan, sekolah nantinya dengan segera menyiapkan itemnya seperti Sumber daya manusia (SDM), sistemnya termasuk juga mengkondisikan lembaganya yang secara berkesinambungan sesuai dengan penilaian sekolah Adiwiyata.

“Jika itu terlaksana, maka untuk persiapan Adiwiyata 2022 bisa lebih mudah,” tuturnya.

Di Bondowoso sendiri, kata Syahrial saat ini baru ada 2 sekolah Adiwiyata kategori SD yang sudah masuk tingkat provinsi. Selanjutnya diharapkan ada prestasinya lebih dari yang saat ini seperti SMP juga bisa termasuk nantinya.

“Harapannya, tentu prestasinya bisa meningkat,” ujarnya.

Lebih jauh, dirinya memaparkan untuk kriteria sekolah yang memperoleh gelar Adiwiyata harus memiliki prinsip dan capaian – capaian tertentu, diantaranya harus bisa menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup seperti tujuan dari sosialisasi yang saat ini dilakukan.

“Sesuai dengan Permen LHK P.53/2019 penghargaan Adiwiyata, Sekolah Adiwiyata Kabupaten/Kota harus mempunyai Nilai minimal 70 Persen dari Nilai 100 persen,” tukasnya. (yudi)

Artikulli paraprakApresiasi Lomba Inovasi Daerah, Wabup Irwan: Tingkatkan Pelayanan Publik
Artikulli tjetërDisdikbud dan PT. Pegadaian Bondowoso Canangkan Program Sekolah Emas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini