DPPKB : Ini Penyebab Stunting di Bondowoso

47
Kepala DPPKB Kabupaten Bondowoso, Agus Suwardjito saat dikonfirmasi

BONDOWOSO – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bondowoso, Agus Suwardjito menilai penyebab tingginya angka stunting di Bondowoso adalah kurangnya pola asuh dari orang tua. 

Hal tersebut diungkapkan Agus usai memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke – 28 dan launching vaksinasi covid -19 bagi ibu hamil/ menyusui dan anak usia 18-19 tahun secara virtual, di Pendopo Bupati, Selasa (29/6/2021). 

Menurut Agus, pola asuh menjadi sangat penting untuk mengurangi dan menekan angka stunting yang saat ini kabupaten setempat menduduki urut 3 se -Jawa Timur. 

“Penyebab stunting ini adalah dari pola asuh dari keluarga, tentunya dari orang tua, suami dan istri, maka dari itu membentuk keluarga itu harus betul-betul terbentuk dan harus membentuk generasi unggul dan berkualitas, ya tentunya dimulai dari keluarga berkualitas,” ungkapnya. 

Dikatakan mantan direktur RSUD ini, pemerintah mempunyai target dalam jangka waktu tiga tahun kedepan harus sudah bebas stunting, sehingga upaya dan gerakan yang dilakukan pemerintah bisa benar-benar terealisasi. 

“Sempat saat rembug stunting dulu, posisi kita pada urutan 34, dan saat jni telah mencapai pada angka 27 persen selama lima tahun, sebetulnya sudah ada percepatan menurut saya,” Ujarnya. 

Dirinya berharap, dalam rangka penguatan upaya pemerintah tersebut benar-benar bisa mencapai angka yang di targetkan oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso. 

“Untuk target pemerintah adalah 14 persen dalam kurun waktu tiga tahun , jadi dari tahun sekarang sampai tahun 2024 harus sudah bisa mencapai 14,” tukasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here