Dunia Pendidikan di Bondowoso Terus Berinovasi dalam Pelayanan Publik

187
Kepala Dinas DIkbud Harimas bersama tim juri Kovablik Provinsi dan Kepala Sekolah SMPN 7 saat memberikan sambutan (foto : yudi/bharata.co.id)

BONDOWOSO – Setelah sukses meraih penghargaan top inovasi pelayanan publik, melalui inovasi ‘Geladak Kancil Jawara’ tahun 2018 silam, kali ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bondowoso kembali mengincar nominasi 25 top inovasi pelayanan publik, melalui inovasi ‘Agen Lingkungan Zaman Now’.

Agen lingkungan zaman now ini merupakan inovasi yang dipromotori oleh SMPN 7 Bondowoso dengan melibatkan peran serta siswa-siswi untuk meluangkan waktunya lima menit memungut sampah atau yang disebut ‘Lisa Imut Melampah’.

Kepala Dinas Dikbud Bondowoso, Harimas mengatakan, inovasi ‘Agen Lingkungan Zaman Now’ telah mengantarkan Bondowoso masuk nominasi untuk mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tahun 2019, yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Sebenarnya dalam Kovablik beberapa lembaga sekolah telah menyiapkan inovasi. Namun yang masuk nominasi, hanya inovasi ‘Agen Lingkungan Zaman Now’ milik SMPN 7,” urai Harimas, Selasa (24/9/2019) saat mendampingi tim juri penilai Kovablik 2019 di SMPN 7 Bondowoso.

Sebagai tindak lanjut dari nominasi tersebut, akhirnya tim juri penilai Kovablik datang ke SMPN 7 Bondowoso. Bahkan, Harimas sangat optimis inovasi ini akan masuk dalam 25 top inovasi pelayanan publik tahun 2019.

“Minggu lalu kita telah melakukan audience dengan tim Pemprov Jatim, dan sekarang ini sebagai tindak untuk melihat bukti nyata apa yang telah dipaparkan di hadapan tim. Saya sangat optimis inovasi ini masuk 25 top inovasi pelayanan publik tahun ini,” tuturnya.

Sementara, menurut ketua tim penilai dari Provisi Jatim, Rahmat Wahyu Kurniawan mengungkapkan, pihaknya memang bertugas untuk memberikan pembinaan kepada para inovator-inovator yang masuk dalam nominasi.

“Kita awali dengan membuat sebuah kompetisi dan memang Pemerintah Provinsi bertugas memberikan pembinaan, bagaimana nanti harapannya inovasi ‘Agen Lingkungan Zaman Now’ ini bisa direplikasi oleh sekolah, bahkan Pemkab sendiri,” ungkapnya.

Lebih jauh, dirinya berharap inovasi ‘Agen Lingkungan Zaman Now’ tidak digiatkan pada saat mengikuti kompetisi saja, namun harus lebih ditingkatkan lagi, meski bukan dalam kompetisi. Sehingga, apa yang menjadi target utama bisa tercapai.

“Penilaian kami ada 9 kategori, dan inovasi ini masuk dalam kategori lingkungan,” pungkasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here