Festival Gerbong Maut Tumbuhkan Patriotisme Pemuda

107
Teatrikal yang menceritakan sejarah tragedi Gerbong Maut yang diperankan para seniman Grup Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso

BONDOWOSO – Festival Gerbong Maut yang digelar oleh PT. KAI Daop 9 di museum Kereta Api Bondowoso, diawali dengan napak tilas dan teatrikal peristiwa Gerbong Maut yang ditampilkan oleh para seniman yang tergabung dalam Grup Apresiasi Seni (GAS), Sabtu (23/11/2019).

Dalam festival tersebut, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin yang diwakili oleh Asisten III Wawan Setiawan dalam sambutannya mengatakan, Bondowoso merupakan kota sejarah. Hal itu terbukti dengan sejarah tragedi Gerbong Maut yang menjadi ikon kota Bondowoso.

Oleh karena itu, setiap tanggal 23 November, seluruh masyarakat Bondowoso memperingati hari bersejarah untuk mengenang para pahlawan yang tewas dalam tragedi Gerbong Maut tahun 1947 silam.

“Masyarakat tidak akan pernah lupa pengorbanan para pahlawan yang dengan segenap jiwa dan raganya memperjuangkan kemerdekaan. Oleh karena itu Pemkab menyambut baik Festival Gerbong Maut ini, dan memberi apresiasi yang tinggi kepada penyelenggara maupun pihak – pihak yang telah berpartisipasi atas terselenggaranya acara ini,” kata Wawan Setiawan membacakan sambutan bupati.

Memontum Festival Gerbong Maut, diharapkan dapat meningkatkan rasa patriotisme, sehingga memunculkan semangat baru dan bisa menerapkan nilai – nilai kepahlawanan pada kehidupan sehari – hari.

“Marilah kita tanamkan dalam hati untuk membangun Bondowoso dengan tugas dan peran masing – masing, untuk anak – anak kita. Pelajar, belajarlah dengan rajin dan tekun, jadilah generasi bangsa yang bertaqwa serta memiliki jiwa patriotisme yang tinggi, sehingga kelak dapat membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa maju,” terangnya.

Seperti diketahui, sebelum teatrikal digelar, para pelajar berjalan kaki sepanjang 2km terlebih dahulu dan melakukan perenungan di dalam sel nomer 12 di Lapas Klas IIB wilayah setempat. 

Di dalam sel yang disebut merupakan tempat mengurung para pahlawan tragedi Gerbong Maut, para pelajar melakukan perenungan. Dan menyimak kembali tragedi tersebut dalam rangkaian kisah yang disampaikan oleh salah seorang veteran bernama Bapak Mujahid.

Sekitar 20 menit perenungan, rombongan napak tilas berjalan kaki dengan mengenakan pakaian pahlawan lengkap dengan atribut dan bendera merah putih melintasi Jl.PB Sudirman, Jl. Teuku Umar, Jl. Veteran, hingga menuju Museum Kereta Api. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here