Festival Ojhung Meriahkan Puncak Acara HUT RI ke 74 dan Harjakasi ke 201

31
Kesenian Ojhung pada malam puncak HUT Kemerdekaan dan Harjakasi ke 201

SITUBONDO Festival Ojhung yang digelar di Alun alun Kabupaten Situbondo, Sabtu (24/8/2019) malam, yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Situbondo merupakan puncak acara kegiatan menyambut HUT RI Ke 74 dan Hari Jadi Kabupten Situbondo Ke 201.

Tradisi Ojhung ini dilaksanakan untuk menghindari bencana atau penolak bala. Selain itu juga sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan, yang tetap dilestarikan.

Alat-alat yang dipergunakan dalam tradisi Ojhung yaitu rotan yang telah dipersiapkan khusus oleh panitia penyelenggara, sedangkan untuk pakaian para pemain hanya memakai sarung atau celana dengan kopyah. Aturan dalam aksi kesenian Ojhung ini tiap pemain memiliki jatah memukul dan menangkis masing-masing tiga kali.

“Festival Ojhung, pertunjukan Tari Landung dilaksanakan sebagai penutup rangkaian kegiatan HUT RI ke 74 dan Hari Jadi Kabupaten Situbondo ke 201,” ujar Kabag Humas Pemkab Situbondo H. Imam Hidayat saat memberi laporan di hadapan bupati.

Ritual Ojhung, sambung Imam, merupakan tradisi peninggalan para leluhur masyarakat Desa Bugeman, Kecamatan Kendit yang sampai ini masih dipertahankan.

“Budaya ojhung, merupakan seni bertarung satu lawan satu menggunakan pukulan rotan. Tradisi ojhung ini juga diyakini oleh sebagian masyarakat Situbondo sebagai sarana permintaan hujan kepada Allah SWT dan diyakini tolak balak agar terhindar dari berbagai macam bencana,” jelas Imam Hidayat.

Kesenian ojhung, imbuh Imam, dalam bertanding peserta harus menggunakan sarung dan kopyah serta tidak mengenakan baju. Masing-masing peserta mendapatkan jatah mencambuk sebanyak tiga kali. Bagi peserta yang paling banyak terkena cambukan rotan, maka dinyatakan kalah.

“Kesenian tradisi Ojhung ini sudah ada sejak dulu. Ini merupakan tradisi turun temurun masyarakat Desa Bugeman yang tetap dan harus di lestarikan,” pungkas Kabag Humas.

Sementara itu, Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH dalam sambutannya mengatakan, seni budaya ojhung masih di pertahankan oleh masyarakat Kabupaten Situbondo, khususnya masyarakat Desa Bugeman, Kecamatan Kendit akan dipertontonkan dalam event-event penting.

“Sepanjang memperingati HUT RI ke 74 dan Harjakasi ke 201 sudah banyak yang telah lakukan Pemerintah Kabupaten Situbondo, mulai dari kegiatan lomba sampai ke hal-hal yang sakral. Hal Ini merupakan upaya untuk mengenang dan menghormati para jasa-jasa para pahlawan kita. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama merajut rasa kebersamaan untuk keutuhan NKRI,” kata Bupati Dadang. (sony)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here