Gagal Panen, Petani Kopi Tolak Setoran ke Perhutani

438
Imam Komari saat menunjukkan pohon kopi miliknya yang tak berbuah

BONDOWOSO – Petani kopi yang menggarap lahan milik Perhutani di Dusun Plampang Desa Rejoagung, Kecamatan Sumber Wringin menolak setoran 2,5 kwintal per hektar yang dilakukan Perum Perhutani Bondowoso lantaran dianggap terlalu memberatkan.

Sebelumnya, bagi hasil antara penggarap yang menyewa lahan milik Perhutani, disepakati 1/3 dari hasil panen kopi untuk diserahkan kepada Perhutani sebagai pemilik lahan.

“Kesepakatannya itu, 2/3 untuk petani dan 1/3 untuk Perhutani,” ujar Imam Komari kepada bharata.co.id ketika ditemui di salah satu kebun kopi di Desa Rejoagung, Jumat (15/7/2016).

Perhutani memberlakukan kebijakan sepihak itu lantaran kopi di desa tersebut gagal panen. Namun menurut Imam, pihak petani menolak kebijakan itu, karena masih dirasa terlalu berat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here