Galeri Batik Tulis Sumbersari, Potensi Bondowoso yang Terlupakan

631
Yuke Yuliantaris (kanan) saat menunjukkan batik tulis karyanya

BONDOWOSO – Seperti yang dijelaskan Sekda Hidayat MSi, Festival Muharram tahun ini merupakan sarana informasi, dedikasi, presentasi dan rekreasi untuk menggali potensi dan menggelar prestasi Kabupaten Bondowoso.

Festival yang hampir menghabiskan dana hingga Rp 1 Milyar ini, ternyata masih belum sepenuhnya mampu membawa potensi asli Bondowoso ke tingkat nasional dan Internasional. Entah kurangnya persiapan, atau mungkin sejumlah SKPD penyelenggara terpaksa menggelar Festival Muharram dalam tekanan, sehingga terkesan membuang anggaran.

Berbicara potensi, tentunya melalui Fesmuh ke 8, Pemkab Bondowoso harus jeli untuk mengangkat nama kota yang kini memiliki jargon Republik Kopi ini. Semisal destinasi wisata dan UMKM di Bondowoso.

Menariknya, dalam gelaran Fesmuh kali ini, salah satu UMKM batik yang telah lama berdiri dan setiap tahun diikutsertakan untuk berpartisipasi dalam Fesmuh, untuk tahun ini tidak pernah dilibatkan. Tentunya, hal tersebut tidak sesuai dengan pernyataan Sekda Hidayat MSi, tentang Festival Muharram yang bertajuk menggali potensi dan menggelar prestasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here