Gandeng Empat Lembaga, STAI At-Taqwa Bondowoso Wujudkan Mimpi Bersama

270

BONDOWOSO – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Taqwa Bondowoso menggandeng empat lembaga yang ada di Bondowoso. Diantaranya, Pemerintah Kabupaten, Kementrian Agama (Kemenag), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso dan Kepala Desa Penambangan untuk bekerjasama dalam membangun pendidikan masyarakat Bondowoso kedepan lebih maju.

Kerjasama tersebut dituangkan dalam Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat lembaga terkait, yang digelar di Gedung Rektorat Aula Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Taqwa Bondowoso, Selasa, (19/04/2022).

Sinergitas dengan empat lembaga tersebut dimaksudkan agar bisa menjadi patner dalam membangun kerja sama, demi kemajuan dunia pendidikan khususnya STAI At-Taqwa dan masyarakat Bondowoso pada umumnya.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Taqwa Bondowoso, Dr. Suheri, M.Pd.I nenyatakan, kegiatan ini bertepatan dengan Peristiwa Nuzulul Qur’an dan bertepatan pula dengan bulan Ramadan. Sehingga, sebelum memulai acara seluruh civitas akademika melaksanakan khotmil qur’an yang bertempat di Musalla At-Taqwa Bondowoso.

Menurutnya, dengan adanya MoU ini bisa menjadikan jalan kebarokahan untuk terus bersama-sama bergandengan tangan, berkolaborasi untuk membangun pendidikan spiritual di Kabupaten Bondowoso.

“Ini adalah wujud nyata menggandeng lembaga untuk nantinya bisa membangun pendidikan dan saling bergandengan tangan serta menjadi ladang pengabdian untuk para Dosen dan Mahasiswa-Mahasiswi STAI At-Taqwa,” katanya.

Lebih lanjut, kerja sama dengan Pemkab Bondowoso bisa meningkatkan tridharma perguruan tinggi. Begitu juga kerjasama dengan Kemenag, diharapkan dapat menerima dengan baik mahasiswa – mahasiswi STAI At-Taqwa dalam menjalankan kewajiban program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), utamanya Program Studi (Prodi), Manajemen Pendidikan Islam (MPI) melalui bimbingan langsung dari Kemenag dan beberapa program lainnya yang perlu dikorelasikan.

“Kemenag akan menjadi ladang pengabdian mahasiswa – mahasiswi kami utama Prodi MPI yang memang selaras dengan SDM yang banyak tersedia di STAI At-Taqwa, disamping itu juga mahasiswa bisa belajar secara langsung dalam bidang administrasi perkantoran,” paparnya.

Tidak hanya itu, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso juga akan menjadi tempat pengabdian dan penelitian baik dosen dan mahasiswa. Sebab, sekolah tersebut merupakan salah satu lembaga yang dipercaya oleh Kementrian Agama RI dalam program Madrasah Riset. Oleh karena itu 11 doktor di STAI at Taqwa diharapkan bisa memformulasikan madrasah riset di MAN Bondowoso.

Menurutnya, beberapa bulan yang lalu lembaga yang dia nakhodai bersama-sama dengan MAN Bondowoso telah menyusun formula berkaitan dengan madrasah riset tersebut.

“Ini adalah kesempatan dengan SDM yang sangat memadai. Para Dosen bisa memanfaatkan sebagai penelitian dan microteaching sebagai bentuk pengabdian. Serta, untuk mahasiswa – mahasiswa dalam mengabdi dan belajar serta dibimbing oleh Madrasah yang sudah terkenal itu,” imbuhnya.

Disisi lain, Dr. Suheri juga ingin mewujudkan Tri Dharma Dosen dengan menggandeng Desa Penambangan ini yang terpilih atas adanya keselarasan dengan STAI At-Taqwa. Ditambah Desa yang mendapat penghargaan 6 besar Desa Terbaik Cinta Statistik oleh Provinsi Jawa Timur tersebut.

Tak hanya itu lanjutnya, mahasiswa – mahasiswi STAI At-Taqwa Bondowoso yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2022 di desa tersebut memberikan dedikasi dan kontribusi penuh terhadap dampak baik kepada masyarakat. Sehingga, dapat meraih dua penghargaan terbaik.

“Pengabdian masyarakat dengan pengembangan desa yang dibangun melalui potensi desa diantaranya Rumah Edukasi dan Rumah Selfi. Serta, dilanjutkan dengan pembangunan Rumah Edukasi di setiap dusun. Dengan Kepala Desa yang inovatif dan SDM yang berkemajuan, cocok sebagai ladang pengabdian Dosen dan Mahasiswa dengan berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Bondowoso, Drs. Sholihul Kirom, MP. MM menyampaikan, STAI At-Taqwa selalu punya terobosan. Dengan semangat yang terus melambung tinggi demi perubahan.

“STAI At-Taqwa Bondowoso selalu punya semangat baru dengan terobosan baru untuk transformasi yang lebih maju,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi adanya kegiatan tersebut, terlebih MoU Madrasah Riset yang pernah dilakukan memberikan bukti konkret untuk memudahkan mencapai apa yang diharapkan utamanya pendidikan. Menurutnya, melalui berbagai usaha yang terus dikerahkan ini maka akan menjadi kemudahan agar STAI beralih status atau bertransformasi segera menjadi Institut.

“SDM sudah sesuai dan memadai. Semangat yang terus menggebu melalui terobosan dengan inovasi baru. Segera dari Sekolah Tinggi menjadi Institut harus dicapai,” tambahnya.

Tidak hanya itu, STAI At-Taqwa Bondowoso bulan lalu telah membuktikan bahwa bisa berdaya saing dan berkontribusi dalam kancah internasional dan memberikan kebermanfaatan kepada sekitarnya. Khususnya pendidikan di Bondowoso.

“Jelas dampaknya kepada Agama, Nusa dan Bangsa. Khususnya masyarakat Bondowoso. Tidak perlu diragukan dengan SDM yang sangat mumpuni,” pungkasnya.

Setelah itu, acara tersebut dilanjutkan Penandatanganan nota kesepakatan oleh Dr. Suheri, M.Pd.I Bersama Pemda Bondowoso yang diwakili kabag Administrasi, Drs. Sholihul Kirim, MP. MM (Kepala Kemenag Bondowoso), H. Zaini (Kepala MAN Bondowoso) dan Martha Suprihastini, S.E (Kepala Desa Penambangan) yang kemudian diabadikan.

Acara tersebut juga dihadiri oleh jajaran Kemenag bagian Kasubag TU, jajaran lembaga MAN Bondowoso, seluruh Pimpinan, Dosen dan Civitas akademika STAI At-Taqwa Bondowoso, perwakilan Mahasiswi – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 09 Desa Penambangan yang kemudian dilanjutkan dengan Salat Berjamaah dan Buka bersama. (*)

Artikulli paraprakYayasan At Taqwa Bondowoso Perkuat Institusi dan Standar Mutu Layanan Pendidikan
Artikulli tjetërBulan Ramadan, 291 CPNS di Bondowoso Terima SK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini