Gelar Aksi, GP Sakera dan LPK: Usut Tuntas Dugaan Ijazah Kades Battal

161

SITUBONDO – Terkait dugaan ijazah palsu Kepala Desa Battal, Kecamatan Panji, Situbondo, puluhan warga bersama Gp Sakera dan Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) menggelar aksi demo ke Kantor Pemda Kabupaten Situbondo, Kamis (18/9/2019).

Dalam aksi demo tersebut, puluhan warga Desa Battal bersama Ketum serta Anggota GP Sakera dan Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) berteriak meneriakkan tuntutannya seraya membentangkan poster di depan Kantor Pemda Situbondo. Mereka meminta ketegasan pihak instansi terkait agar dapat memproses kasus dugaan ijazah palsu Kepala Desa Battal tersebut.

Poster yang dibentang-bentangkan warga Desa Battal di depan pemkab bertuliskan, “Usut Tuntas Ijasah Palsu Kades Battal, Jangan Biarkan Suryadi menjadi Kepala Desa lagi, Jangan Loloskan Ijasah Palsu Kades” dan lain sebagainya.

Menurut H Zakki, Tokoh Masyarakat Desa Battal, Kecamatan Panji, Situbondo yang juga ikut dalam aksi demo tersebut mengatakan, terkait dugaan ijazah palsu Kades Battal, bermula ketika Kades Suryadi melakukan pendaftaran Calon Kepala Desa Battal di Tahun 2014 dimana sebagai salah satu syarat mendaftar adalah menyerahkan Ijazah.

Cakades Suryadi lanjutnya, menyerahkan Ijazah yang dikeluarkan oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Situbondo tanggal 06 November 2006 dengan nama, Suryadi, Nomor Induk 0262, nomor peserta ujian 05-32-021-057, tempat tanggal lahir, Situbondo, 10 Desember 1970, anak dari seorang ayah yang bernama Dari sehingga lolos dalam penetapan Cakades Battal dan kemudian terpilih menjadi Kades Battal Kecamatan Panji periode 2014-2020.

“Setelah ditelusuri ternyata ijazah tersebut adalah milik Karsito dengan nomor 32 PPS 021 Miftahul Barokah, alamat Arjasa, nomor urut 57, nomor peserta 05-32-021-057 dengan nomor induk 0262, tempat tanggal lahir, Situbondo, 10-10-1977,” ucapnya.

Tidak itu saja yang dikatakan H Zakki, dia juga menjelaskan dalam kasus dugaan pemalsuan ijasah tersebut banyak yang melapor atau melakukan pengaduan baik ke Polres Situbondo maupun Polda jatim. Namun belum ada kejelasan bagaimana kelanjutan kasus tersebut sehingga kepastian hukumnya menjadi tidak jelas.

“Beberapa warga Desa Battal akhirnya melakukan pengaduan ke GP Sakera, dan dari laporan pengaduan tersebut Ketum GP Sakera, Saipul melakukan koordinasi dengan Polres Situbondo dan dilanjut dengan demo hari ini,” pungkasnya. (Sony)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here