Gerakan Tape Manis Wadahi Aspirasi Masyarakat Bondowoso

300
Dewi, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Bondowoso saat dikonfirmasi (foto : yudi/bharata.co.id)

BONDOWOSO – Menyikapi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 42 tahun 2010 tentang penanggulangan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Badan Perencanaan Daerah (Bappeda), terus berupaya memfasilitasi masyarakat untuk keluar dari kemiskinan.

Sejak akhir tahun 2018 kemarin, Pemkab Bondowoso telah membentuk Gerakan Tanggap dan Peduli Masyarakat Miskin (Tape Manis) yang bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat miskin yang belum terdata.

“Gerakan Tape Manis ini merupakan bagian dari pengaduan bagi masyarakat miskin yang belum masuk data,” ungkap Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda, Jumat (11/10/2019).

Rencananya, posko pengaduan bagi masyarakat miskin yang belum terdata tersebut, akan ditempatkan di rumah dinas Wakil Bupati Irwan Bachtiar. Karena  menurutnya, setiap kabupaten harus mempunyai tim penanggulangan kemiskinan.

“Oleh karena itu, Pemkab Bondowoso telah membuat tim pengaduan bagi masyarakat yang masih belum masuk dalam pemutahiran data. Dan sejak akhir tahun 2018 kemarin, kita telah membentuk tim penanggulangan kemiskinan di tingkat kecamatan dan desa,” tuturnya.

Lebih jauh dirinya mengatakan, jika pembentukan gerakan Tape Manis sebagai indikator untuk menguatkan tim Kelompok Kerja (Pokja) yang ada di kabupaten. Kendati demikian, dirinya tidak memungkiri jika, saat ini tempat pengaduan masih belum tersedia secara langsung.

“Rencananya tempat pengaduan yang disebut Tape Manis ini akan ditempatkan di Wisma Wakil Bupati, karena secara langsung pengaduan ini dan pak Wabup sebagai ketua Tim Penanaggulanan Kemisikinan tingkat Kabupaten,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Gerakan Tape Manis telah dilaunching sejak 2018 kemarin, dan diresmikan oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bahctiar Rahmat. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here