Gernas Baku, Cara Baru Tingkatkan Minat Baca Anak Sejak Dini

26
Bupati KH Salwa Arifin saat membacakan buku kepada anak usia dini

BONDOWOSO – Membaca dapat diibaratkan membuka jendela dunia, karena dengan membaca akan menambah imu dan wawasan kita. Membaca juga akan membentuk pola pikir baru dan akan meningkatkan kemampuan seseorang dalam menemukan berbagai keunikan dan hal baru yang berguna bagi kehidupan. Semakin banyak membaca akan membentuk pribadi yang berilmu dan bijak dalam melangkah serta mengambil keputusan.

Di era millenial ini, membutuhkan anak yang mampu berfikir kritis, kreatif, komunikatif dan mampu berkolaborasi. Orangtua dituntut mendampingi putra putrinya untuk menguasai beragam kecakapan literasi melalui membaca buku. Hal ini diharapkan juga bisa mengurangi ketergantungan anak-anak usia dini kepada penggunaan gadget.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah tengah meluncurkan Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku), yang menyasar anak-anak usia dini. Gerakan ini diharapkan bisa membiasakan dan menumbuh kembangkan minat baca anak sejak usia dini.

Bersama orangtua dan anak, akan mempererat hubungan sosial emosional antara keduanya yang saat ini sudah mulai luntur dengan kesibukan orangtua di dunia kerja. Selain anak, gerakan ini juga akan membiasakan orangtua membacakan buku bersama anak.

Gernas Baku melibatkan orangtua ketika anak berada di rumah. Berbagai kegiatan dapat dilakukan orangtua dengan langkah awal memahami kemampuan membaca anak sesuia tahap perkembangannya. Orangtua akan belajar bagaimana memahami teknik yang menarik minat anak untuk gemar membaca dan membiasakan membacakan buku untuk anak.

Foto bersama Bupati KH Salwa Arifin, Kepala Dinas Dikbud Harimas, Ketua Forum Paud dan Isteri Wakil Bupati Bondowoso bersama perwakilan siswa Paud yang menerima bantuan buku

Di Bondowoso, Gernas Baku menyasar sekitar 450 anak Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan langsung disosialisasikan secara masif oleh Forum Paud dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bondowoso, Sabtu (27/7/2019) di Pendopo Bupati.

Bahkan, tidak hanya melalui sosialisasi saja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso menggelontorkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 2 milliar untuk pengadaan buku. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dikbud Drs H Harimas MSi, usai peluncuran program Gernas Baku.

“Kita alokasikan anggaran DAK sebesar Rp2 milliar untuk pengadaan 800 item buku. Itu buku pelajaran, buku cerita pokok yang ada kaitannya dengan pendidikan sesuai dengan kelasnya,” terangnya.

Dukungan program Gernas Baku juga diberikan oleh Forum Paud Kabupaten Bondowoso. Bunda Paud, Hj Maimunah Salwa Arifin dalam sambutannya mengatakan, gerakan tersebut merupakan langkah untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah.

“Melalui lembaga Paud di seluruh Kabupaten Bondowoso, kami sangat mendukung gerakan ini. Jadi, secara masif, Gernas Baku akan kita galakkan agar setiap orang tua bisa gemar membacakan buku kepada anak-anaknya. Sehingga dapat memacu semangat dan keinginan anak untuk membaca buku,” ungkap Ketua Forum Bunda Paud.

Sementara, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin juga memberikan apresiasi atas antusias seluruh lembaga Paud di Bondowoso dalam mendukung Gernas Baku. Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Bondowoso ini duduk dan bercengkrama dengan siswa Paud seraya membacakan buku cerita.

Bupati berharap, keakraban dirinya bersama Kepala Dinas Dikbud untuk membacakan buku kepada anak-anak Paud bisa ditiru oleh orangtua. “Saya berharap apa yang saya lakukan ini, menjadi contoh bagi orangtua lainnya dalam mendidik anak dan memberikan semangat kepada anak-anaknya agar gemar membaca,” harapnya. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here