Gubernur Jatim Tinjau Pengembangan Bawang Putih di Kecamatan Ijen

71
Gubernur Jatim bersama Bupati Bondowoso dan rombongan saat panen perdana bawang putih di Kecamatan Ijen

BONDOWOSO – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Kecamatan Ijen, untuk panen perdana menuju swasembada bawang putih PINBAS MUI Jatim di Bondowoso.

Rombongan Gubernur Jatim tiba di Lokasi, Catimor Homestay dan PTPN XII Kantor Induk Kebun Kopi Blawan, Desa Blawan, Kecamatan Ijen, disambut oleh Bupati KH Salwa Arifin, Sabtu (3/8/2019).

Gubernur Jatim didampingi Bupati Bondowoso melakukan peninjauan produksi kopi di gudang/ kantor induk Kebun Kopi Blawan. Dalam peninjauan tersebut Gubernur Jatim menaruh harapan besar untuk Bondowoso, agar tetap menjaga dan terus meningkatkan kualitas kopi.

Sementara, di lokasi Panen Bawang Putih PINBAS MUI Jatim, Ketua PINBAS MUI Jatim, Wahid Wahyudi, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bondowoso . “Ini merupakan kebanggaan bagi MUI Jatim, karena selama ini MUI banyak berurusan dengan akhlak, fatwa, faham dsb dan kini telah mengembangkan sayapnya di bidang ekonomi dengan mendirikan PINBAS MUI Jatim,” katanya.

Menurutnya, PINBAS MUI Jatim, satu-satunya merupakan PINBAS Wilayah yang mendapatkan otonomi oleh PINBAS Pusat. “Ini berkat perjuangan Ketua MUI dan team. Ini menunjukkan bahwa kita telah menunjukan kinerja dan upaya yang baik,” tuturnya.

Dirinya menceritakan, kebutuhan bawang putih Jatim 56.580 ton pertahun, sedangkan produksinya hanya 3.040 Ton, atau 5,6 persen. Sisanya diimpor dari luar negeri. Hal tersebut, lanjutnya, dilakukan karena harga bawang putih impor lebih murah.

“Ini akan menjadikan bisnis bawang kita kalah meskipun kita tahu kualitas bawang putih lokal lebih baik. Namun tetap harga pasar akan menjadi kendala majunya bisnis bawang putih Indonesia,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dengan adanya permasalahan ini, PINBAS MUI tergerak untuk mendalami permasalahan bawang putih. “Alhamdulillah kita berhasil menjalin kerjasama dengan Divre Perhutani di Bidang Bawang Putih dan disediakan Sekitar 590 Hektare, saat ini sudah ditanam 41 Haktere pada tahap 1, dan Oktober-November akan kita tanam lagi, dengan melibatkan LMDH atau petani bawang di daerah,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin, mengatakan, Kecamatan Ijen memang memiliki potensi yang sangat besar khususnya di bidang holtikultura salah satunya yaitu Bawang Putih. Sehingga tepat apabila memilih tempat ini sebagai pengembangan bawang putih.

“Namun demikian, yang menjadi kendala adalah sarana akses jalan menuju lokasi penanaman, semoga pemerintah provinsi dan tokoh-tokoh sekalian diharapkan membantu dalam pembangunan akses tersebut,” singkatnya.

Ketua Asosiasi Bawang Putih, Eko Setiadi di hadapan Gubernur Jatim menuturkan, bawang putih pernah terjadi swasembada 1980. Namun setalah tahun 2000 mengalami perubahan akibat pembukaan pasar bebas. Ini akibat harga impor bawang putih dari luar negeri lebih murah sehingga bawang putih kita kalah saing.

“Di Indonesia, bawang putih tumbuh subur dengan kualitas baik di daerah pegunungan namun kendalanya adalah akses jalan yang sulit ditempuh, sedangkan bawang putih di negara lain seperti China bisa tumbuh di hamparan luas karena cuaca dan pengairan yang cukup. Ini juga menjadi PR kita untuk mengatasi masalah produksi,” terangnya.

Bawang putih, mbuhnya, perlu mendapatkan perhatian khusus karena saat ini jumlah produksi sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan bawang putih di Indonesia.

“Tidak bisa kita terus menerus melakukan impor karena justru akan semakin mematikan bawang putih lokal karena dengan kualitas berbeda namun harga lebih murah maka akan laku yang murah karena tidak semua konsumen dapat merasakan kualitas bawang putih lokal, yang mana dipasaran lebih banyak beredar bawang putih impor,” paparnya.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya mengatakan, saat ini sudah terdapat calon investor asal Taiwan di Surabaya yang siap melihat dan menjangkau bawang putih ini yang dijadikan sebagai pintu masuk swasembada bawang putih. Sesuai aturan pemerintah yaitu 5 persen penanaman invest dalam negeri.

“Terkait dengan tanaman bawang putih biar hasil tanam bagus harus disertai dengan bibit yg baik serta dengan tehnologi yg baik dan lahan yg cukup ,DPL yang cukup maka MLDH kecamatan ijen akan mendapatkan kesejahteraan lewat swamsebada bawang putih,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, PINBAS MUI Jatim bekerjasama dengan Perhutani dan pihak terkait guna membuka pintu swasembada bawang putih melalui pengembangan bawah putih di daerah Desa Sempol, Kecamatan Ijen Bondowoso yang dinilai memiliki tekstur tanah yang tepat untuk pengembangan kualitas bawang putih. (tim/rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here