Gunung Raung, Potensi yang Terlupakan

301
Sinung Sudrajat, saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media

Sinung: Ini cambuk keras bagi pemerintah dan warga Bondowoso

BONDOWOSO – Kawasan pegunungan Ijen yang menjadi ikon pariwisata di Kabupaten Bondowoso, ternyata menyimpan sejuta pesona. Bahkan, Bondowoso sudah sepatutnya memberikan apresiasi kepada Kabupaten Banyuwangi, yang kembali mengingatkan begitu besarnya potensi itu.

Melalui sebuah event yang digelar oleh masyarakat Banyuwangi baru-baru ini, sejatinya telah membangunkan ‘Macan Raung’ yang selama ini tertidur, pulas, bahkan terkesan mati suri. Sehingga, masyarakat Bondowoso tersadar bahwa potensi alam Gunung Raung patut dikembangkan dan dipertahankan.

Bahkan, jalur pendakian Gunung Raung yang memiliki 4 puncak tersebut, baru-baru ini diunggah oleh sebuah akun instagram yang secara terang-terangan membawa kesan jika Gunung Raung bukan berada di Kawasan Pegunung Ijen di wilayah Kabupaten Bondowoso.

Perihal tersebut sejatinya membuat Pemkab Bondowoso untuk lebih greget melirik, mengakui, mempertahankan dan mengembangkan atau bahkan menjadikan potensi Gunung Raung masuk dalam skala prioritas untuk destinasi wisata, sebagai bagian dari segitiga emas pariwisata Bondowoso, yakni Solor, Ijen dan Gunung Raung.

Terpendamnya potensi Gunung Raung untuk dikembangkan, ternyata ditangkap oleh Sinung Sudrajat, putera daerah Kabupaten Bondowoso. Semacam cambuk keras, dirinya mengaku sangat berterimakasih atas upaya Kabupaten Banyuwangi yang kembali menyadarkan, betapa besarnya potensi wisata di Gunung Raung, melalui rangkaian kegiatan warga Banyuwangi.

“Saya tentu sangat berterimakasih, karena Banyuwangi kembali menggugah ingatan masyarakat Bondowoso atas potensi Gunung Raung. Ini cambuk keras bagi pemerintah dan warga Bondowoso, untuk bersama-sama mempertahankan Gunung Raung, sebagai potensi wisata unggulan di kawasan pegunungnan Ijen,” katanya, Sabtu (8/10/2018) di kediamannya.

Saat ini, lanjutnya, masyarakat dan pemerintah seharusnya sudah siuman, betapa berpotensinya gunung dengan ketinggilan 3.344 Mdpl dan memiliki kaldera unik tersebut.

“Oleh karena itu, Bondowoso yang menjadi jalur pendakian tercepat, harus berupaya mengembangkan potensi tersebut. Supaya, para pendaki dan pecinta alam yang akan menaklukkan puncak Raung terfasilitasi dengan baik,” ujarnya.

Ketua Fraksi PDI-P di DPRD Bondowoso ini, juga menggugah pemerintah untuk mengadakan event-event penting di Gunung Raung, agar masyarakat dunia tahu, jika gunung yang memiliki 4 puncak itu berada di wilayah Kabupaten Bondowoso.

“Kedepan, pemerintah melalui Dinas Pariwisata harus mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan potensi Gunung Raung. Selain itu, Dinas Kominfo juga diharapkan memiliki peran sebagai corong publikasi bahwa Gunung Raung secara de facto dan de jure, berada di kawasan Kabupaten Bondowoso,” tukasnya.

Sinung Sudrajat juga menilai, selama ini peran pemerintah dalam mengembangkan potensi pariwisata di segitiga emas, Solor, Ijen dan Raung, masih terkesan ikut-ikutan. Oleh sebab itu, perlu inovasi-inovasi strategis yang mampu memberikan kesan berbeda dan menjadi ciri khas Bondowoso.

“Jangan ikut-ikutan dan meniru-niru event kabupaten lain. Justru, kita harus kreatif untuk menyelenggarakan event berbeda dan menjadi ciri khas Bondowoso untuk menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara datang dan berlomba-lomba ke Bondowoso,” urainya.

Fokus kepada potensi yang hampir tidak diperhatikan, namun dilirik oleh kabupaten lain, Gunung Raung, menurut Sinung, memiliki potensi pendukung yang sudah lama belum dikembangkan. Melalui rute pendakian Sumber Wringin, para pendaki disuguhi dengan fasilitas penginapan di Pesanggrahan atau yang kerap disebut ‘Kamar Bola’.

“Base camp para pendaki Gunung Raung ini, harus dimanfaatkan untuk menarik perhatian para wisatawan dan pecinta alam. Ini fasilitas pendukung yang berada di pintu masuk menuju rute pendakian. Namun, sepengetahuan saya, belum pernah ada event-event di ‘Kamar Bola’ ini,” ungkapnya.

Selain itu, keindahan ‘Hutan Bogor’ yang menyuguhkan warna-warni pohon yang disebut pohon pelangi. Potensi alam ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai event penting, agar Gunung Raung tidak dimiliki oleh kabupaten lain.

“Kalau di dua lokasi ini ada event yang mampu menarik perhatian wisatawan, tentunya akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar. Jadi, jangan terlena dengan kegiatan-kegiatan rutin saja. Akan tetapi, pemerintah dan masyarakat Bondowoso harus kreatif untuk menngembangkan potensi dan menjaga potensi alam kita, agar tidak dimiliki oleh kabupaten lain,” imbaunya.

Endingnya, Sinung Sudrajat menginginkan kekompakan masyarakat, Bondowoso lovers dan pemerintah untuk tidak terlena dengan atmosfir pilkada yang baru saja usai dan Pilpres serta Pileg tahun mendatang. “Jauh dari kepentingan poltik, potensi alam Bondowoso harus tetap dipertahankan dan dikembangkan. Agar jangan sampai dilirik, dan diklaim menjadi milik kabupaten lain,” pungkasnya. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here