Hadiri Panggilan Pemeriksaan Perdana, Sekda Bondowoso Didampingi 7 Pengacara

962
Sekda Syaifullah saat turun dari tangga usai diperiksa selama 4 jam oleh Penyidik Polres Bondowoso

BONDOWOSO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Syaifullah akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan dari Polres setempat atas penetapan dirinya sebagai tersangka, terkait kasus ancaman dengan kekerasan terhadap anak buahnya setahun silam.

Sebelumnya, Syaifullah sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan dengan alasan masih sibuk dengan agendanya di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, pekan lalu (15/6/2020).

Pada pemeriksaan tersebut, Sekda Bondowoso ini didampingi tujuh orang pengacara. Namun, menurut salah satu pengacaranya, Syaifullah hanya diperbolehkan didampingi dua orang pengacara saja, selama dilakukan pemeriksaan di ruang Pidana Khusus (Pidsus) Satuan Reskrim Polres Bondowoso.

“Sebenarnya didampingi tujuh orang pengacara dan yang diperbolehkan mendampingi keruang pemeriksaan hanya dua orang saja,” kata Husnus Sidqi, Senin (22/6/2020).

Dikatakannya lagi, kliennya ini diperiksa selama kurang lebih lima jam dengan 40 pertanyaan dari penyidik. Bahkan disampaikan pengacara Sekda Bondowoso ini, kliennya sempat membantah telah melakukan ancaman dengan kekerasan kepada Alun Taufana yang masih menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tahun lalu.

“Kalau merujuk pasal yang dikenakan, dia dituduh pengancaman dengan kekerasan. Tetapi sampai sekarang kan belum ada kekerasan itu,” pungkas Husnus.

Untuk diketahui, Syaifullah diduga melanggar pasal 45B Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 45 ayat 3 jo pasal 29 UU nomor 11 tahun 2008 tentang informası dan transaksi elektronik jo pasal 335 KUHP dan ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman kurungan penjara dibawah lima tahun. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here