Hadirnya Kluster Kopi, Pemkab Bondowoso Dianggap Kesampingkan Petani Tembakau

1121
Ketua APTI Bondowoso, M Yazid.

BONDOWOSO– Rencana Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bondowoso untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) kluster kopi tampaknya menimbulkan kecemburuan bagi petani tembakau.

Pasalnya, komuditi tembakau menganggap dianaktirikan sejak pemkab memprogramkan kluster kopi.

Hal itu terlihat, dengan sikap pemkab terhadap petani tembakau yang dinilai kurang greget dalam mengatur regulasi tata niaga tembakau di Bondowoso.

Padahal, upaya untuk meminta payung hukum bagi komuditi tembakau rajangan dan virginia di Kabupaten Bondowoso sudah sering disuarakan oleh Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

“Sementara ini tembakau masih dalam tataran wacana. Padahal sudah seringkali saya sampaikan melalui acara abeg rembeg sareng Bupati, jika petani tembakau butuh perlindungan secara yuridis,” ujar Ketua APTI Kabupaten Bondowoso, Muhammad Yazid, Selasa (29/8/2017) kepada Bharataonline.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here