Hampir Jatuh Tempo, Baru Lima Kecamatan di Bondowoso Lunasi PBB

107
Bupati Salwa Arifin saat menyerahkan penghargaan kepada Kecamatan yang berhasil melunasi PBB-P2 tahun 2019

BONDOWOSO – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso memberikan reward kepada desa dan kecamatan yang berhasil melunasi Pajak Bumi dan Bangunan – Perkotaan dan Pedesaan (PBB-PP) tahun 2019. 

Pemberian reward tersebut diyakini menjadi stimulan desa serta kecamatan lainnya di Kabupaten Bondowoso untuk segera melunasi PBB.

Namun, hingga pemberian reward tersebut digelar, progres pelunasan PBB tahun 2019 masih ada diangka 66 persen. Padahal tenggang waktu pelunasan yang diberikan oleh Pemkab Bondowoso berakhir pada 31 Desember 2019.

“Mungkin ini karena kesadaran masyarakat yang masih minim untuk membayar pajak. Bisa juga petugas pemungut PBB yang kurang maksimal menagihnya,” ungkap Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, usai Gebyar Undian PBB-PP tahun 2019 dan Pemberian Penghargaan kepada Kecamatan, Desa hingga Kelurahan yang berprestasi dalam pelunasan PBB-P2 tahun 2019, di Gelora Pelita, Rabu (18/12/2019).

Diharapkan KH Salwa, Desa yang belum melunasi PBB dapat segera melakukan pelunasan sebelum jatuh tempo tanggal 31 Desember 2019 mendatang.

“Masih 66 persen, dan itu masih terus bergerak. Bagi yang belum bisa melunasi PBB-P2 hingga jatuh tempo, akan dikenakan denda sebesar 2 persen perbulannya,” ungkapnya.

Sementara, Kepala BPD Kabupaten Bondowoso, Endang Hardiyanti menyebutkan, dari total 23 Kecamatan dan 219 Desa/Kelurahan, hanya ada 5 Kecamatan serta 100 Desa/Kelurahan yang berhasil melunasi PBB-P2 tahun 2019 hingga pertengahan Desember ini.

“5 Kecamatan yang dimaksud, diantaranya, Curahdami, Klabang, Binakal, Pakem dan Kecamatan Wringin,” paparnya.

Diakui oleh mantan Kepala Disdikbud Kabupaten Bondowoso ini, pihaknya sangat optimis kecamatan dan desa yang belum bisa melunasi PBB-P2 tahun 2019 akan segera melakukan pelunasan.

“Kemarin saja masih ada peningkatan sekitar 2 persen yang berhasil melunasi, dan ini terus bergerak. Kami juga masih terus melakukan monitoring dan sosialisasi agar sebelum jatuh tempo sudah bisa dilunasi,” pungkasnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here