Hentikan Penebangan Pohon, Wabup Irwan : Kalau Dilanjutkan, Saya Laporkan ke Polres

766

BONDOWOSO – Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat bersama Kasatpol PP, Slamet Yantoko, menghentikan pemotongan pohon sonokeling yang menjadi tanaman peneduh di area taman Magenda, Kelurahan Badean, Jumat (15/10/2021).

Di lokasi penebangan, Wabup Irwan langsung menghentikan aktivitas pekerja dan menegaskan agar sisa pohon yang ada, tidak ditebang. Hal itu, dilakukan karena Wabup menerima laporan dari warga yang protes atas penebangan tersebut.

Bahkan, usai meninjau lokasi, Wabup Irwan langsung memanggil beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker), DLHP, Inspektorat, Satpol PP dan Dinas PUPR.

“Saya kumpulkan dan saya tanya permasalahannya itu apa. Karena kayunya masih sehat dan kuat kok sudah dipotong. Akhirnya, saya perintahkan, jangan sampai ada penebangan lagi. Karena jika masih dilanjutkan, nanti saya sendiri yang akan laporkan ke Polres,” tegasnya.

Penebangan pohon tersebut juga membuat taman Magenda rusak. Taman yang awalnya begitu teduh dan menjadi tempat bersantai ini, kini kondisinya gersang dan panas. Bahkan, rumput di area taman pun rusak.

“Ini kan merusak taman Magenda juga. Jadi, saya sudah perintahkan kepada Kepala DLHP, untuk menginventarisir kerusakan-kerusakan yang diakibatkan penebangan pohon itu,” papar Wabup.

Menanggapi informasi jika ada beberapa pihak yang sudah dipanggil oleh Polres Bondowoso dan pohon yang ditebang sudah dibeli dengan harga Rp120 juta, Wabup Irwan dengan tegas mengatakan, harus dikawal dan uang hasil penjualannya harus jelas masuk kemana.

“Jika ini sudah masuk ke ranah Polisi, harus dikawal dan dipantau terus. Apalagi ada transaksional, maka uang hasil penjualannya harus masuk ke kas daerah,” terangnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, menyebut tak terlibat dalam penebangan tiga pohon sonokeling di taman Magenda.

Meskipun pohon tersebut masuk dalam pengawasan DLHP, Aries Agung menyatakan penebangan tersebut murni merupakan inisiatif dan dalam tanggungjawab Dinas PUPR.

“Kami hanya menerima pemberitahuan. Pastinya ada pengajuan ke DPMPTSP Naker untuk pemotongan pohon. Yang mengajukan dan penanggungjawabnya PUPR,” jelas mantan Kasatpol PP ini, Jumat (15/10/2021).

Sementara itu, Munandar, Kepala Dinas PUPR saat hendak dikonfirmasi tidak ada di kantor. Saat dihubungi lewat sambungan telepon mau pesan whatsappnya tidak merespon.

“Pak Kadis sedang rapat di luar. Kabid yang membidangi juga lagi ada kerjaan,” ujar petugas penerima tamu di Kantor Dinas PUPR.

Puluhan Pohon di Taman Krocok Juga Ditebang

Pemotongan pohon yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bondowoso, ternyata tidak hanya di area taman Magenda. Berdasarkan laporan warga, Dinas PUPR juga menebang pohon di wilayah Kecamatan Taman Krocok.

Salah satu warga menyatakan, dirinya melihat langsung jika penebangan puluhan pohon di sepanjang jalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampai jalan menuju Desa Kretek, dilakukan oleh Dinas PUPR UPT Wonosari.

“Tolong ditindaklanjuti juga mas, karena saya kebetulan lewat dan melihat pak Noval, kepala UPT Wonosari yang menjaga dan mengawal pemotongan pohon tersebut,” kata salah seorang warga yang enggan namanya disebut, Jumat (15/10/2021).

Menanggapi hal tersebut, Noval Kepala UPT Wonosari membenarkan jika pihaknya melakukan penebangan kayu di Kecamatan Taman Krocok. Pemotongan tersebut dilakukan dengan dalih, karena pohon penggantinya sudah ada dan telah mendapatkan ijin.

“Sudah ada ijinnya mas. Sebelumnya sudah disurvey oleh OPD yang menangani, DPMPTSP Naker dan ijinnya sudah ada di Bidang Kemitraan Dinas PUPR. Pohon penggantinya juga sudah ada,” begitu penjelasannya, saat dihubungi via Whatsappnya. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here