Honor GTT K2 di Bondowoso Bakal Naik Sesuai UMK

893
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Agung Tri Handono

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso kembali menghitung anggaran yang akan diberikan terhadap honor Guru Tidak Tetap (GTT) dalam hal ini adalah guru honorer K2, untuk peningkatan kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Pasalnya, GTT di Kabupaten Bondowoso masih menerima upah sebesar Rp600 ribu yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan ditambah dari APBD setempat.

“Kita kan masih kekurangan tenaga pendidik. Jadi, kami rasa sangat perlu untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kami pikir, paling tidak mereka mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bondowoso,” ungkap Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Agung Tri Handono, usai menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019, di alun-alun Raden Bagus Aksa (RBA) Ki Ronggo, Kamis (2/5/2019).

Menurut pria yang juga masih menjabat sebagai Asisten I Pemkab Bondowoso ini, dirinya meyakini pemerintah daerah sangat mampu jika harus mengambil kebijakan dengan meningkatkan kesejahteraan para GTT melalui honor yang sesuai dengan UMK.

“Faktanya, kita memang membutuhkan mereka karena kita masih kekurangan guru. Sedangkan, untuk pengadaan CPNS juga masih belum ada. Artinya, itu adalah sebuah konsekuensi logis yang harus diambil pemerintah daerah,” jelas Agung.

Bahkan, dirinya mengaku telah melapor kepada Bupati Bondowoso terkait hal peningkatan kesejahteraan para Guru honorer K2 tersebut.

“Saya juga sudah diskusi dengan teman-teman yang membidangi terkait anggaran, apakah bisa gaji para GTT paling tidak dinaikkan hingga mendekati UMK Bondowoso,” pungkas Agung.

Untuk diketahui, jumlah guru honorer K2 di Kabupaten Bondowoso yang tidak lulus seleksi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Februari 2019 lalu sebanyak 135 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here