Ikut Tangani Stunting, Dinas Perkim Usulkan Bangun MCK dan RTLH

116
Plt Kepala Dinas Perkim Kabupaten Bondowoso, Eko Rusmanto

BONDOWOSO – Angka stunting di Kabupaten Bondowoso masih menduduki urutan ketiga tertinggi se-Jawa Timur (Jatim). Karena hal tersebutlah, Stunting atau gizi buruk ini menjadi pembahasan yang serius di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin – Irwan Bachtiar Rahmat.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso beberapa waktu lalu, adalah dengan menggelar Rembug Stunting. Dimana, kegiatan tersebut dipercaya bisa mempersolid semua pihak terkait untuk terus menekan angka stunting yang masih berada di urutan ketiga se-Jatim ini.

Seperti salah satunya, memaksimalkan peran kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dengan memaparkan keadaan stunting di Kabupaten yang dikenal sebagai penghasil kopi ini.

Namun demikian, penanganan stunting ini tidak hanya pekerjaan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) saja. Melainkan, semua Oganisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bondowoso. Karena menurut Bupati Salwa Arifin, stunting berawal dari sektor kemiskinan.

Salah satu OPD di Kabupaten Bondowoso, yang programnya diharapkan dapat mendukung penanganan stunting adalah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bondowoso.

Dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkim Kabupaten Bondowoso, Eko Rusmanto, pihaknya siap memprioritaskan dan mendukung penanganan stunting di Kota Tape ini.

Menurut Eko, pihaknya masih mengajukan program pembangunan di 19 Desa yang dipetakan menjadi fokus Pemkab Bondowoso dalam penanganan stunting ini.

“Masih diusulkan di P-APBD tahun 2019. Program kami yang dirasa dapat menekan angka stunting adalah mengalokasikan anggaran di 19 Desa tersebut, diantaranya, pembangunan 1 MCK dan 5 RTLH di setiap desa,” jelasnya, Senin (15/7/2019), dikantornya.

Namun, dirinya mengaku optimis jika program yang diusulkan oleh Dinas yang dipimpinnya itu akan disetujui pada P-ABPD tahun 2019 ini.

“Saya optimis. Ini kan untuk menekan angka stunting Kabupaten Bondowoso yang masih ada diurutan ketiga tertinggi se-Jatim,” pungkasnya.

Untuk diketahui, 19 Desa di Kabupaten Bondowoso yang menjadi fokus penanganan stunting di tahun 2019, diantaranya, Pejaten, Tamansari, Kalianyar Ijen, Grujugan Lor, Pengarang, Jambesari, Sukowono, Maskuningkulon, Karangmelok, Kalianyar Tamanan, Mengen, Wonosuko, Sukosari Tanaman, Wonokusumo, Gununganyar, Dawuhan, Pakisan, Patemon Tlogosari dan Desa Tamanan. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here