Informasikan APBDesa Secara Terbuka, Pemdes Kupang Wujudkan Transparansi dan Cegah Manipulasi Anggaran

283
Beberapa perangkat Desa Kupang memasang banner APBDesa Kupang 2016

Bondowoso – Era keterbukaan informasi terus menggelinding ke desa-desa. Informasi sekecil apapun menjadi penting untuk diketauhi oleh warga desa, maupun bagaimana warga desa memberikan informasi kepada pemerintah setempat. Bahkan, warga desa bisa ikut urun rembug merencanakan model dan arah pembangunan di desanya.

Apa yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Kupang, Kecamatan Pakem cukup berkesan dan bisa jadi contoh untuk seluruh Desa di Bondowoso. Pemdes Kupang bersama perangkatnya membuka informasi APBDesa tahun 2016 untuk umum, dikemas melalui banner yang kemudian dipampang di balai desa setempat dan setiap dusun.

Bahkan jika masyarakat kurang paham, pihak Pemdes bisa memberikan penjelasan langsung bagaimana APBDesa serta pengelolaannya.

Kepala Desa Kupang, Ida Gustin Praptiwi melalui Sekretaris Desa, Azis Affendi mengatakan pihaknya membuka informasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Apapun yang dikelola Desa bersumber dari uang rakyat akan dipublikasikan kepada seluruh masyarakat.

“Desa ini merupakan salah satu Desa di Kabupaten Bondowoso, yang membuka informasi seluas-luasnya kepada masyarakat Desa. Semua berita yang berkaitan dengan Desa dipublikasikan kepada warga. Khususnya persoalan APBDesa, diinformasikan tentang pendapatan dan alokasi belanja desa selama satu tahun,” katanya.

Diharapkan dengan melakukan pemberian informasi publik ini, masyarakat akan lebih memahami tentang kegiatan dan pembangunan yang dilaksanakan.

Publikasi tentang APBDesa dan seluruh dana yang dikelola ini, menurutnya, dengan penggunaan anggaran yang terbuka, seluruh warga bisa ikut mengontrol. “Jika dikelola transparan, bisa meminimalisir terjadinya penyimpangan yang bisa berujung pada kasus hukum,” ujar Azis.

Pemdes Kupang tidak ingin ada rasa curiga dan cemburu sosial. “Semua anggaran kita pampang di Balai Desa dan di Dusun-dusun, warga bisa langsung melihat program kerja pembangunan secara jelas dan transparan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat kini sudah melek informasi, jadi Pemdes juga harus bersikap transparan terkait anggaran yang didapat oleh desa. Apalagi jumlahnya besar, mencapai milyaran rupiah.

Selain itu, kata dia, kemanfaatan dari semua pembangunan infrastruktur sarana dan prasaran desa bisa rasakan bersama. Keterlibatan lembaga desa dan masyarakat menjadikan desa yang mandiri dan berkembang. (pringgo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here