Ini Makna dari Peringatan Tragedi Gerbong Maut

77
Sekretaris Daerah (Sekda) saat memimpin upacara di Alun-alun Bondowoso

BONDOWOSO – Dalam rangka memperingati tragedi Gerbong Maut yang terjadi 23 November 1947 silam dan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 48, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, menggelar upacara bendera, di Alun-alun Ki Bagus Asra, Kamis (28/11/2019).

Sekretaris Daerah (Sekda), Syaifullah yang mewakili Bupati Bondowoso, KH. Salwa Arifin, sebagai inspektur upacara mengatakan, bulan November yang penuh dengan nilai-nilai kepahlawanan, mengingatkan pada kolektif bangsa pada sebuah keberanian.

“Upacara peringatan tragedi Gerbong Maut ini bukanlah semata-mata sebuah upacara saja, namun harus sarat makna sehingga dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Menurut Sekda, tragedi Gerbong Maut, adalah peristiwa yang jauh dari rasa perikemanusiaan yang diakukan oleh penjajah kepada para pahlawan Bondowoso, yang ditangkap dan ditahan di dalam gerbong kereta api tertutup dan pengap.

“72 tahun peristiwa ini telah berlalu, namun tidak akan pernah kita lupakan, semangat juang dan jiwa pantang menyerah yang dimiliki para pahlawan, harus terus kita teladani,” ujarnya.

Lebih jauh, Sekda mengutarakan, peringatan hari Tragedi Gerbong Maut kali ini, diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan semangat juang untuk meneruskan perjuangan para pahlawan yang rela berkorban mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Karena pada hakekatnya setiap perjuangan ada hasilnya, namun tidak ada kata akhir untuk berjuang, tanamkan dalam hati kita untuk membangun negeri sesuai dengan tugas dan peran kita masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, Sekda meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di hari Korpri ke 48 ini agar terus memperkokoh persatuan dan meningkatkan kualitas kinerja sebagai abdi negara dan masyarakat.

“Melalui momentum ini saya mengajak kepada kita semua untuk terus meningkatkan kinerja, utamanya di bidang pelayanan publik dan memantapkan netralitas, serta junjung tinggi panca prasetya Korpri,” pungkasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here