Ini Solusi Komisi IV DPRD Bondowoso untuk Honor GTT/PTT

309

BONDOWOSO – Perwakilan tenaga honorer non kategori guru tidak tetap (GTT/PTT) di Bondowoso mengadukan optimalisasi honor ke Komisi IV DPRD, Senin (21/06/2021).

Mewakili sekitar 1.470 guru honorer di Bondowoso, Ketua Forum Honorer Non Kategori (FHNK) 2, Saifullah menerangkan, pihaknya meminta pengoptimalan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk guru honorer betul-betul dilaksanakan.

Karena berdasarkan Permendikbud nomor 6 Tahun 2021 penganggaran dana BOS untuk honor guru honorer maksimal 50 persen. Namun di lapangan, dana BOS untuk honorer di bawah 50 persen.

“Jadi kita ingin seperti itu (50 persen). 50 persen itu untuk honorer yang ber-NUPTK. Kalau yang non-NUPTK ada kebijakan lain. Apa yang dapat nanti dibagi, kebijakan per lembaga kalau itu,” terangnya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso, Ady Kriesna menyampaikan, Komisi IV akan segera menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi dari FHNK.

“Hasil hearing bersama akhirnya menghasilkan beberapa alternatif solusi, yang nantinya akan kita komunikasikan ke Dikbud,” terang politisi Golkar ini usai hearing di Kantor Dewan.

Menurut Ady Kriesna, salah satu solusinya ialah Dikbud melayangkan surat edaran kepada sekolah agar honor untuk GTT/PTT dioptimalkan.

“Termasuk jaminan kesehatan mereka agar dipenuhi. Terkait dengan peluang agar bisa mendaftar PPPK, kami menyarankan agar Bupati mengeluarkan SK dengan klausul-klausul tertentu yang tidak memberatkan Pemda,” urainya.

Seperti diketahui, di Bondowoso terdapat 1.470 guru hinorer. Dari jumlah tersebut ada sekitar 800 yang punya Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Sementara sisanya belum memiliki NUPTK. (ich)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here