Insiden Rampas Jenazah Covid-19, Wabup Irwan : Warga Termakan Kabar Hoaks

31
Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat saat mengikuti rakor penanganan Covid-19 secara virtual di pendopo

BONDOWOSO – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat menanggapi insiden perampasan paksa jenazah Covid-19 oleh warga di Kecamatan Tamanan beberapa waktu lalu.

Menurut Wabup kelahiran Bondowoso ini, perampasan jenazah Covid-19 yang terjadi di Kecamatan Tamanan tersebut lantaran masyarakat termakan informasi hoax yang belakangan memang marak beredar. Salah satunya adalah, kabar tentang organ tubuh jenazah yang diambil oleh pihak rumah sakit.

“Juga adanya provokasi dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga muncul ketakutan-ketakutan pada masyarakat,” jelas Wabup Irwan, Kamis (22/7/2021).

Sejatinya, dikatakan politisi PDI-P ini, pihak keluarga telah diberi kesempatan untuk turut mendampingi dari perawatan di kamar jenazah hingga proses pemulasaran dan telah disediakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Menurutnya, cara itu bisa menangkal informasi-informasi hoax yang banyak beredar di masyarakat.

“Kita sudah memberikan ruang kepada pihak keluarga untuk turut serta atau mendampingi dari mulai memandikan hingga proses pemulasaran jenazah Covid-19 ini,” papar Wabup Irwan.

Insiden tersebut diperparah lantaran terlambatnya kedatangan jenazah kerumah duka karena terjadi antrian dalam perawatan di kamar jenazah untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Terlambatnya kedatangan jenazah yang terjadi kemarin itu, menurutnya, akan menjadi pelajaran bagi Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso. Bahkan, dirinya menekankan kepada pihak Forum Pimpinan tingkat Kecamatan (Forpimka) agar lebih pro aktif dalam mengedukasi masyarakat.

“Nanti juga akan dibuat group ambulance yang standby di Kecamatan, nantinya bisa membantu back up bila terjadi antrian pemulasaran di rumah sakit. Untuk Camat, Danramil dan Kapolsek harus lebih proaktif lagi melakukan pendekatan kepada masyarakat dalam rangka mengedukasi agar tak terjadi lagi seperti insiden kemarin,” jelas Wabup Irwan.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso, M Imron menyatakan, bahwa pihaknya memperbolehkan penggunaan kantong jenazah saat dilakukan pemulasaran jenazah Covid-19. Itupun merupakan pilihan yang kedua yang juga ada aturan yang harus diikuti oleh pihak keluarga.

“Jika pihak keluarga menolak menggunakan peti jenazah, diperbolehkan menggunakan kantong jenazah. Tapi harus tetap mematuhi prokes, seperti, tidak boleh membuka kembali kantong jenazah itu. Jika keluarga hendak menyertakan tanah pada jenazah yang berada didalam kantong tersebut, harus berkoordinasi dengan tim pemulasaran,” pungkas Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso ini.

Untuk diketahui, pada Jum’at (16/7/2021) malam, di Desa Kemirian Kecamatan Tamanan terjadi pengambilan paksa terhadap jenazah pasien Covid-19 yang masih berada dalam peti dan ambulance.

Bahkan, setelah mengambil paksa dengan cara mengepung ambulance, masyarakat ramai-ramai membakar peti jenazah. Serta, memakamkan jenazah tanpa protokol kesehatan. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here