IPI Berkomitmen Ciptakan Kemandirian Pesantren

724
Ketua Umum DPP IPI pusat secara simbolis menyerahkan bantuan 500 Alquran kepada Ketua DPC IPI Kabupaten Bondowoso

BONDOWOSO – Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Jawa Timur wilayah timur yang meliputi Kabupaten Bondowoso, Probolinggo, Situbondo, Jember, Lumajang dan Banyuwangi, menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi di Wisma Wakil Bupati Bondowoso, Sabtu (10/11/2018).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bondowoso, Muhammad Hidayah mengatakan, IPI saat ini tengah fokus untuk untuk memperkuat organisasi dan berkoordinasi program kerja kedepan melalui usaha-usaha kemandirian pesantren di 6 kabupaten.

Hasilnya, dengan terbentuknya pengurus di tingkat kecamatan, nantinya DPC IPI akan membreackdown program kerja IPI, untuk membantu pesantren di wilayah timur dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) para santri, sehingga mampu mandiri dalam bidang ekonomi

“Saya meyakini kedepan IPI akan melahirkan santri-santri yang unggul, berakhlak karimah, memiliki kemandirian, dan daya saing yang unggul. Dan dalam pertemuan ini nantinya akan menerbitkan kartu santri yang bekerjasama dengan beberapa bank,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPI pusat, KH RK Zaini Ahmad kepada Bharata Online menerangkan, pesantren yang mayoritas terdiri para santri, harus bisa menjadikan pesantren mandiri, independen dan berkualitas.

“Santri harus bisa melanjutkan perjuangannya para ulama. Tentunya, para santri harus meningkatkan kapasitas pesantren. Jadi, santri harus bisa hadir dalam menggerakkan dan meningkatkan perekonomian di masyarakat,” tuturnya.

IPI menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi di Wisma Wakil Bupati Bondowoso

Untuk meningkatkan kualitas para santri, lanjutnya, harus ditopang dengan dunia pendidikan yang mumpuni. Zaini Ahmad juga menambahkan, para pendidik seperti ustad dan ustadza harus siap dalam hal ukhrawiyah (keagamaan) dan duniawi (ekonomi) untuk meningkatkan SDM para santri.

“Jika SDM para santri berkualitas, tentunya akan berdampak pada lingkungan masyarakat di sekitarnya. Sehingga ada peningkatan perekonomian yang bermuara pada kesehjahteraan masyarakat,” tambahnya.

Program kerja IPI harus didukung oleh pemerintah. Artinya, ulama dan umaro harus bersinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, agar negara ini bisa makmur adil dan sentosa.

“Pemerintah dan pesantren harus bersinergi. Karena pemerintah sebagai penyelengara sistem pemerintahan yang terangkum dalam undang-undang hukum di Indonesia. Sedangkan hukum syariah (agamanya) adalah para ulama. Ini harus seimbang,” jelasnya.

Ketua Umum DPD IPI ini juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso, yang saat ini telah memperhatikan lembaga di pesantren melalui Bosda.

“Setidaknya dengan Bosda semua lembaga pendidikan di pesantren di Bondowoso akan terbantu. Saya lihat di Bondowoso sudah bagus dan ada perhatian kepada Madin-madin di pesantren,” tukasnya.

Sementara, Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar yang tidak bisa hadir dalam acara terebut, melalui telepon selulernya mengatakan, DPC IPI Bondowoso harus mampu mengaktualisasikan pemikiran-pemikiran yang dapat berkontribusi secara positif, bagi kemandirian pesantren, khususnya di bidang ekonomi.

“Saya berharap IPI menjadikan potensi dan kekuatan pesantren, agar terkumpul menjadi satu kekuatan besar, yang dapat menjadikan eksistensi pesantren diperhitungkan. Kami, atas nama Pemkab Bondowoso, akan senantiasa menjalin kerjasama dengan IPI untuk meningkatkan kualitas pesantren,” pungkasnya.

Dalamkegiatan tersebut, Ketua Umum DPP IPI pusat secara simbolis menyerahkan bantuan 500 Alquran kepada Ketua DPC IPI Kabupaten Bondowoso. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here