Jaga Eksistensi Madin, PMII Bondowoso Tolak Full Day School

104
Aksi mahasiswa PMII Bondowoso tolak kebijakan FDS

BONDOWOSO – Kebijakan Mendikbud memberlakukan waktu belajar 8 jam per hari dan libur Sabtu-Minggu, atau yang disebut Full Day School (FDS) disinyalir akan berpengaruh besar pada eksistensi madrasah dinayah yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Selama ini madrasah dinayah maupun pesantren, biasanya memulai pelajaran saat sekolah umum baik SD, SMP dan SMA, selesai.

Sebelumnya, Penerapan FDS ini sudah jelas ditolak oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bondowoso. Pasalnya, penerapan FDS ini akan membuat keberadaan madrasah diniyah akan gulung tikar.

“Dengan diberlakukannya pendidikan selama delapan jam sehari dapat dipastikan pendidikan dengan model madrasah ini akan gulung tikar. Padahal, keberadaannya masih sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Muhammad Hidayah dalam sambutannya saat pengukuhan DPC-FKDT, di Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu, (5/8/2017).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here