Jelang Ramadhan, Wabup Bondowoso Rakor Pengendalian Covid-19

25
Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat bersama Kapolres setempat dan Dandim 0822 melakukan Rapat Koordinasi Pengendalian Covid-19 di Baratha Cafe

BONDOWOSO – Menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat bersama Kapolres setempat dan Dandim 0822 melakukan Rapat Koordinasi Pengendalian Covid-19 di Baratha Cafe, Kamis malam (1/4/2021). 

Rakor yang digelar santai tersebut membahas regulasi pengendalian dan penanganan Covid-19, bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Diantaranya BPBD, RSUD, DLHP, Dinas Kesehatan dan beberapa SKPD.

Wakil Bupati Irwan Bachtiar, melalui Adi Sunaryadi Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyampaikan, Satgas Covid-19 menginginkan perekonomian masyarakat kembali menggeliat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

“Nanti kita akan atur pedagang kaki lima (PKL) yang bermunculan di bulan Ramadhan, agar tetap mengedepankan protokoler kesehatan secara ketat , kalau dia harus membuka lapak berarti di depannya itu harus ada tempat cuci tangan dan penjual maupun pembeli menggunakan masker,” paparnya.

Intinya, Adi Sunaryadi menjelaskan, tujuan utama dari Rakor ini adalah bagaimana Satgas Covid-19 mengatur cara agar ekonomi masyarakat secara perlahan kembali menggeliat, memasuki bulan puasa. Nantinya di pintu-pintu masuk kawasan kota akan ada sterilisasi.

“Bentuknya adalah orang yang mau masuk ke kawasan kota itu akan diperiksa secara ketat penggunaan maskernya. Namun tidak ada pemberlakuan jam buka tutup kawasan kota,” terangnya. 

Dalam kesempatan ini, lanjut Adi, Satgas Covid-19 juga mulai membahas perubahan Perbup 107 tahun 2020, yang diproyeksikan selesai sebelum bulan Ramadhan.

“Kita nanti akan mengumpulkan Satgas secara keseluruhan, bersama dengan bagian hukum untuk membahas perubahan perbup 107 tahun 2020 ini. Perlu diketahui, ada beberapa hal yang harus diubah,” ujarnya. 

Semisal, resepsi pernikahan yang semula kapasitas tamunya sebanyak 50 persen, saat ini menurut Adi, kapasitas undangannya akan dinaikkan menjadi 75 persen.

“Kemudian ada kegiatan-kegiatan lain yang ada perubahan. Misalkan kegiatan olahraga, pertandingannya oke, penontonnya tetap virtual ya. Sehingga kegiatan-kegiatan itu tetap jalan,” imbuhnya. 

Lanjutnya, perubahan-perubahan tersebut diharapkan sudah tuntas karena minggu ini kita sudah membuat telaah tentang regulasi menjelang Ramadhan dan mudik lebaran.

“Perubahannya minggu ini dan kita akan Rakor. Mudik juga akan diatur agar tetap pada protokol kesehatan. Karena nanti habis mudik juga akan menjadi perhatian menjelang lebaran. Lebaran dilarang mudik, ASN, swasta, BUMN juga dilarang mudik,” tutupnya. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here