Jepang Hibahkan Ponkesdes kepada Pemkab Bondowoso

338
Bupati Bondowoso bersama Konjen Jepang usai meresmikan Ponkesdes di Desa Sumberwaru (foto: Rizky)

BONDOWOSO – Upaya peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bondowoso terus dilakukan, salah satunya dengan diresmikannya Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) di Desa Sumber Waru Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Selasa (14/6/2016).

Ponkesdes ini merupakan hibah dari Konsulat Jenderal (Konjend) Jepang di Jawa Timur. Yoshiharu Kato, Konjend Jepang dalam kesempatan tersebut, secara langsung menyerahterimakan Ponkesdes kepada Bupati Bondowoso, Amin Said Husni.

Bupati Bondowoso dalam sambutannya mengatakan, pelayanan kesehatan dasar masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak sangat penting serta dipengaruhi oleh ketersediaan tenaga medis dan sarana prasarana kesehatan.

“Hal ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Bondowoso dalam menekan angka kematian ibu dan anak. Oleh karena itu, kualitas pelayanan dan ketersediaan sarana prasarana kesehatan seperti Ponkesdes dan Posyandu harus memadai di setiap desa,” katanya.

selain pembangunan dalam bentuk fisik, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para kader Posyandu maupun Ponkesdes, harus terus dilakukan. Karena menurut Amin Said Husni, para kader Posyandu memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemantauan perkembangan kesehatan balita dan ibu hamil.

“Para kader juga harus mampu melakukan 5 meja pelayanan kegiatan posyandu untuk balita dan ibu hamil. Diantaranya, pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan, serta pelayanan imunisasi/KB. Pelayanan meja 1 sampai dengan meja 4 dilakukan oleh kader, sedangkan meja 5 oleh petugas medis Puskesmas,” jelasnya.

Sementara itu, Konjend Jepang, Yoshiharu Kato, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah merealisasikan Ponkesdes di Bondowoso.

“Kerjasama ini akan terus kami tingkatkan,” katanya dengan bahasa Indonesia.

Dari segi manfaat Konjend Jepang mengharapkan agar Ponkesdes ini dirawat dan difungsikan, untuk menekan angka kematian ibu dan anak (KIA).

“Ini adalah bentuk niat baik Jepang kepada Indonesia. Semoga dengan dibangunnya Ponkesdes ini, ibu hamil dapat melahirkan tanpa kesulitan, sehingga angka kematian ibu dan anak bisa ditekan,” pungkasnya. (Rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here