Karapan Sapi Brujul, Warnai Hari Jadi Kota Probolinggo ke 660

10
Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin saat melepas karapan sapi brujul

PROBOLINGGO KOTA – Sebanyak 50 peserta mengikuti karapan sapi brujul yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke 660 Kota Probolinggo dan Semipro ke XI tahun 2019.

Setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda milik Kota Probolinggo, karapan sapi brujul diharapkan lebih meningkatkan gaungnya sampai ke regional hingga nasional.

Karapan sapi brujul sebenarnya merupakan kebiasaan para petani yang hendak membajak sawah. Untuk menghilangkan kejenuhan, kepenatan, meski tidak ada hadiah pada waktu itu karapan ini tetap menarik masyarakat hingga sekarang.

“Ini hak paten milik Kota Probolinggo. Mari kita jaga jangan sampai kegiatan yang sudah baik dimanfaatkan dengan kegiatan yang tidak baik. Jaga tradisi dengan baik, karena ini sebagian dari budaya yang dimiliki warga Kota Probolinggo,” ujar Wali Kota Hadi Zainal Abidin, saat membuka karapan sapi brujul, Sabtu (7/9/2019) siang.

Karapan yang digelar di lapangan Jalan Kiai Syafi, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih itu dihadiri Kepala Bakorwil V Jember Tjahjo Widodo, Ketua Semipro Gogol Sudjarwo, Kepala DPMPTSP Dwi Hermanto, Camat Wonoasih Deus Nawandi dan Camat Mayagan M Abas.

Wali Kota Habib Hadi mengajak masyarakat, khususnya pecinta karapan sapi brujul untuk melestarikan budaya yang menjadi tanggung jawab bersama. Karapan dilaksanakan lima kali dalam setahun, baik yang diselenggarakan pemerintah atau paguyuban.

“Mudah-mudahan tahun ini lebih meriah lagi karena tanggal 20 Oktober nanti, jika disetujui oleh Bu Gubernur Jawa Timur, akan mengundang seluruh daerah di Jawa Timur melihat karapan sapi brujul dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Timur. OPD terkait siapkan anggaran agar bisa terselenggara di Kota Probolinggo. Jadilah tuan rumah yang baik,” kata Habib Hadi.

Puluhan peserta karapan sapi brujul di Probolinggo Kota

Melalui karapan ini, lanjut wali kota, dapat menyambung silaturahim komunitas dan pemerintah. Sekaligus menjalin kebersamaan dan bekerjasama dalam membangun Kota Probolinggo lebih baik.

Kepala Bakorwil V Jember Tjahjo Wibowo menambahkan, ditetapkannya karapan sapi brujul ini sebagai warisan tak benda merupakan kado yang luar biasa untuk Kota Probolinggo. Ia pun mendukung event ini harus ditingkatkan lebih tinggi lagi.

“Saat Hari Jadi Provinsi, karapan sapi brujul harus terangkat menjadi event provinsi dan nasional. Bahkan bisa menjadi agenda wisata regional atau nasional,” kata ASN yang pernah menjadi Pj Bupati Probolinggo ini.

Karapan sapi brujul kali ini diikuti 50 peserta yang pemenangnya akan dibagi menjadi dua kategori. Kategori A untuk hasil sapi yang menjadi juara, sedangkan yang kalah dan dilombakan lagi menjadi kategori B. Total juara yang diambil ada enam juara untuk dua kategori.

Beberapa juara bertahan ikut dalam karapan tahun ini. Yaitu, kategori A Joker milik Aying dari Kelurahan Triwung Lor dan kategori B ada Macan Gila milik Ebut dari Kelurahan Triwung Kidul. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan usai final di hari Minggu (8/9/2019) sore. (sdr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here