Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Bondowoso Terapkan WFH

6
Pj Sekda Kabupaten Bondowoso, Soekaryo

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati nomor 800/321/430/2021.

WFH yang diterapkan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bondowoso tersebut dilakukan dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19. Namun demikian, kebijakan tersebut hanya diterapkan untuk OPD yang sifatnya tidak kritikal.

“OPD yang masuk dalam sektor kritikal, diantaranya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), RSUD dr Koesnadi dan Puskesmas,” papar Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Soekaryo, Senin (12/7/2021).

Namun demikian, sejumlah OPD yang menerapkan sistem WFH ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) dimasing-masing OPD tetap masuk kerja dengan perbandibgan 25 : 75 persen. Artinya, 25 persen masuk kantor, sisanya WFH.

“Selama diterapkannya WFH, ASN yang bekerja di rumah harus mengefektifkan penyelesaian tugas serta dilarang beraktifitas di luar rumah,” tegas Soekaryo.

Diterapkannya WFH bagi OPD-OPD di lingkungan Pemkab Bondowoso, ungkap Soekaryo, dilakukan mengingat saat ini Pemerintah sedang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Selain itu, karena di Kabupaten yang memiliki jargon ‘Melesat’ ini, angka kasus Covid-19 meningkat sangat signifikan.

“WFH ini diharapkan mengurangi mobilitas, yang ujungnya bisa turut menurunkan angka kasus positif Covid-19. Tujuannya untuk memutus rantai penularan virus mematikan ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, menurut data penyebaran kasus Covid-19 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso per tanggal 11 Juli 2021, ada tambahan kasus pasien positif Covid-19 sebanyak 95 orang. (yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here