Kasus Guru Lempar Siswa di MI NU Salafiyah Sempu, Sudah Selesai?

352
SM (kiri) isteri oknum guru AJ (kanan) yang melempar siswanya dengan penghapus hingga berdarah

BANYUWANGI – Berita tentang ulah seorang oknum guru yang melempar siswanya dengan penghapus papan tulis, hingga dahinya luka dan berdarah-darah di Banyuwangi menjadi viral.

Sebut saja AJ (inisial), oknum guru MI NU Salafiyah Tugung Sempu Kabupaten Banyuwangi yang diduga sebagai pelaku pelemparan penghapus tersebut, bercerita saat didatangi media ini di kediamannya di Dusun Krajan Desa/Kecamatan Sempu, didampingi istrinya SM.

Terkait persoalan tersebut, sang istri SM mengungkapkan, bahwa antara suaminya dengan korban sudah selesai dan tidak perlu dibicarakan lagi.

“Persoalan ini kan sudah diselesaikan secara kekeluargaan, dan tidak perlu dibicarakan lagi,” ungkapnya, Rabu (6/3/2019) siang.

Namun, lanjutnya, dibalik kasus ini, dia menduga ada pihak-pihak lain yang memanfaatkannya. Sehingga kasus ini terkesan heboh, yang intinya ingin menjatuhkan nama suaminya, dan nama sekolah tempat suaminya mencari nafkah.

“Dari kasus ini, ada orang yang ingin menjatuhkan nama suami saya dan nama sekolah,” paparnya.

Baca juga: Dilempar Penghapus Guru, Dahi Siswa MI NU Salafiyah Sempu Robek

Sebenarnya, timpal oknum guru AJ, dirinya diam sebagai wujud kepeduliannya terhadap sekolah serta untuk menjaga martabat dan nama baik sekolah.

“Saya males komentar, saya hanya ingin menjaga nama baik sekolah,” lontarnya.

Dari kasus ini, lanjut AJ, dirinya mensinyalir ada orang-orang yang memanfaatkan dan memperkeruh suasana. Sehingga kasus ini pun menjadi semakin ramai.

“Banyak wali murid yang ngomong macem-macem, tapi saya diam saja. Saya tidak mau mengomentari, karena saya menjaga nama baik sekolah. Semua saya serahkan kepada Allah SWT,” dalih bapak dua putri ini.

Sedangkan, Moch. Agus Salim ketua RT setempat, terkait kehidupan sehari-hari warganya yang bernama AJ merupakan warga dan guru yang baik. Usai mengajar di MI NU Salafiyah, AJ mengajar di TPQ dan bekerja apa saja jika ada waktu luang.

“Rumah tangga AJ itu keluarga yang terbuka. Jika ada persoalan dia sering cerita ke tetangga dan tidak pernah menutup-nutupi persoalan,” ungkap Moch. Agus Salim.

Masih menurut Agus Salim, keluarga AJ ini keluarga yang kompak dan juga sebagai tokoh masyarakat. Karena suami istri sama-sama seorang pendidik.

“AJ dan SM ini sama – sama seorang guru. Kalau AJ mengajar di MI NU Salafiyah, sedangkan istrinya mengajar di TPQ,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here