‘Kebocoran’ Gas PT Medco Bergemuruh

192
Kepulan gas di lokasi pengebodan panas bumi milik PT Medco Cahaya Geothermal

BONDOWOSO – Diduga telah terjadi kebocoran gas pada megaproyek pengeboran panas bumi yang dikerjakan oleh PT. Medco Cahaya Geothermal di sekitaran objek wisata Kawah Wurung Kecamatan Ijen, Minggu (26/4/2020).

Hal tersebut diketahui setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan kepulan asap serta suara gemuruh dari pusat pengeboran PT Medco itu.

Selain itu, terlihat warga yang panik berhamburan keluar dari rumah masing-masing serta berusaha mengevakuasi diri ke tempat yang aman.

Kepulan asap dan suara gemuruh dalam video tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sempol, Saudia Yourdan Islami Taufik. Menurutnya, itu terjadi pada pukul 09.30 Wib pagi.

“Tak hanya kepulan asap dan gemuruh saja yang terlihat dan terdengar. Disertai bau tak sedap juga,” jelasnya.

Terkait warga yang berhamburan tersebut, dijelaskan Yourdan, adalah warga Dusun Curahmacan. Dikatakannya, warga sempat panik setelah mendengar suara gemuruh serta melihat kepulan asap yang bercampur bau tidak sedap.

“Mereka berusaha menyelamatkan diri menuju pos II di kebun Blawan,” ungkapnya.

Kebocoran Gas PT Medco, Warga : Kita Bukan Sampah

SELAIN beredar video dugaan bocornya gas di sekitar pengeboran panas bumi, video warga yang komplain kepada PT Medco juga beredar di media sosial (medsos).

Selain itu, kuat dugaan masyarakat setempat tidak pernah mendapatkan perhatian dan sosialisasi dari pihak perusahaan, terkait dampak dari pengeboran panas bumi di kawasan wisata Kawah Wurung, Dusun Curah Macan, sehingga warga menilai PT medco menganggap warga seperti sampah.

Dalam video berdurasi 15 menit itu, warga sekitar pengeboran panas bumi menganggap PT Medco tidak serius menangani dampak dari kebocoran gas tersebut. Bahkan, warga menganggap pihak perusahaan tidak bertanggung jawab sejak awal terjadi penyebaran gas yang dianggap beracun dari pengeboran itu.

“Kita bukan sampah, jangan sepelekan warga disini. Kalian mengais rejeki di daerah kita. Sejak awal gas beracun di Kecamatan Sempol, tidak ada kompensasi dari PT Medco. Satupun tidak ada pembagian masker kepada warga kala itu,” geram seorang warga saat komplain kepada salah seorang yang diduga pegawai PT Medco Cahaya Geothermal.

Dari kejadian tersebut, warga setempat berharap agar managemen PT Medco peduli terhadap masyarakat yang terdampak dari pengeboran panas bumi itu.

“Kami ingin pihak perusahaan memberikan protect (perlindungan) kepada warga. Proyek pengeboran ini masih akan terus berlanjut, dari pekerjaan 100 persen mungkin masih berjalan sekitar 2 sampai 5 persen. Jadi, jika terjadi lagi kasus seperti tadi, kami harap ada pengkodisian kepada masyarakat setempat, agar mereka tidak panik,” tegasnya.

Begini Tanggapan PT Medco Terkait Kebocoran Gas

VIDEO yang beredar perihal dugaan kebocoran gas pada pengeboran panas bumi mendapat tanggapan dari salah satu pimpinan proyek pengeboran panas bumi PT Medco.

Menurut pria dalam video tersebut, kepulan asap serta gemuruh dan bau yang tidak sedap yang ditimbulkan akibat pengeboran panas bumi ini sudah bisa diantisipasi.

“Tim kita sudah mengantisipasi kebocoran itu. Kalau untuk suara gemuruh kita pastikan akan segera mereda. Tim pengeboran kami, sudah saya perintahkan agar menutup rapat kebocoran itu, sehingga suara gemuruh juga akan segera meredam,” katanya dalam video berdurasi 15 menit tersebut.

Namun demikian, pihak PT Medco sendiri juga akan mengkondisikan warga terdampak di Kecamatan ijen itu. Bahkan, dikatakan pria yang dikenal sebagai Prima tersebut, pihaknya juga akan segera melakukan rapat agar warga setempat tidak panik.

“Kami tegaskan, kebocoran gas tadi tidak mengandung gas beracun. Kami himbau masyarakat untuk tenang,” jelasnya.

Lebih dari itu, dikatakannya, jika kejadian serupa terjadi lagi dan agar keselamatan warga lebih terjamin. Prima menegaskan, agar warga terdampak segera menuju pos keamanan di pos I.

“Saya minta agar warga segera menuju pos I. Nanti kami akan kondisikan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here