Kecamatan Maesan Punya Teh dari Daun dan Kulit Kopi

Camat Maesan: Produk teh kami, butuh strategi promosi dan dukungan OPD

266
Teh Cascara yang berbahan dasar daun dan kulit kopi, produk dari Kecamatan Maesan

BONDOWOSO – Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso saat ini tengah mengelola produk teh yang terbilang berbeda dengan teh pada umumnya. Kendati demikian, rasanya tak kalah nikmatnya dengan citarasanya teh di pasaran.

Tentunya yang satu ini berbeda dari teh biasanya. Karena, jika pada umumnya minuman teh terbuat dari daun teh, di Kecamatan Maesan ada teh Konoha yang terbuat dari daun kopi dan teh Cascara yang berbahan dasar kulit biji kopi khas Argopuro.

Bahkan, citarasa teh Cascara dan Konoha tak kalah nikmatnya dengan teh dari daun kopi produknya Bond Tea, yang kabarnya sudah ekspor dan malahan, kabarnya juga dijadikan minuman bagi penumpang Garuda Indonesia Airways. Namun, teh Cascara dan Konoha ini hanya kalah strategi pemasaran.

Hal tersebut dibenarkan oleh Camat Maesan, Rizky Idham Lukmana S.STP MSi. Menurutnya, produk tehnya masih butuh formula jitu dalam hal pemasaran. Oleh karenanya, pihaknya akan berkomunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, agar produk asli di wilayahnya bisa dikenal dan merajai pasar.

“Masih akan dikomunikasikan dengan lintas sektor dan OPD. Sementara, pemasaran kami hanya lewat sosial media (sosmed). Karena potensi ekonomi sosmed yang terkelola dengan baik, juga besar potensinya sebagai sarana promosi,” terangnya, Rabu (28/8/2019)

Sebagai upaya branding produk asli dari Kecamatan Maesan, apa yang dipamerkan dan dipromosikan oleh Tim Pendamping Inovasi Desa (TPID) masih bersifat empowering (pemberdayaan,red). Sehingga, menurut Camat Maesan, butuh peran serta pemerintah sebagai proteksi.

Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin bersama Camat Maesan Rizky Idham Lukmana saat meninjau teh Cascara dalam acara Bursa Inovasi Desa Kluster I di Gedung Serbaguna Panjaitan

“Jadi tetap butuh proteksi dari atas, agar dihindarkan dari kapitalis dan spekulan, walaupun sebenernya butuh juga untuk percepatannya. Kami tinggal mencari formula yang pas antara petani/pengusaha kecil dan pemodal itu. Dan itu tidak bisa lepas dari campur tangan OPD terkait,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya tidak memungkiri jika melalui event yang digelar pemerintah, semisal Bursa Inovasi Desa (BID), menjadi wadah bagi dirinya dan desa-desa di Kecamatan Maesan, untuk mempromosikan inovasi dan produk unggulan.

“Selama ini, pemasaran sementara belum sampai dijual luas. Masih mengandalkan pameran-pameran dan event-event seperti BID ini, sebagai sarana promosi teh Cascara dan Konoha,” katanya usai menghadiri BID Kluster I di Gedung Serbaguna Panjaitan.

Melalui BID, lanjut Rizky, pemerintah memberikan wadah untuk menyalurkan potensi asli yang dimiliki desa dan dengan peran serta TPID, potensi yang dimiliki desa bisa dikembangkan.

“Bahkan, melalui BID, pemerintah desa memiliki referensi dalam merencanakan dan menjalankan pembangunan desa, serta menggunakan dana desa secara lebih optimal, inovatif dan berkualitas,” terangnya.

Saat ini, lanjut Rizky, yang dilakukan oleh TPID dan para pendamping merupakan upaya pemberdayaan dengan mengembangkan potensi yang ada, untuk mengdongkrak perekonomian masyarakat. Bahkan, informasinya, teh berbahan dasar kulit biji kopi ini, baru pertama ada di Bondowoso.

“Teh Cascara dan Konoha khas Argopuro, menjadi minuman alternatif selain kopi, yang bahan bakunya dari kulit biji kopi. Bahkan, teh ini menjadi alternatif pemanfaatan limbah kulit biji kopi dan yang pertama di Bondowoso. Jadi bagi anda yang suka ngeteh dengan aroma kopi, seduhlah teh Cascara dan Konoha,” pungkasnya. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here