Kekurangan Guru, Honorer K2 di Bondowoso Akan Disejahterakan

557
Wakil Bupati Irwan Bachtiar, saat memberikan sambutan dihadapan tenaga pendidik se-Kecamatan Wringin, Pakem, Binakal dan Curahdami

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso akan memberikan penghargaan kepada guru honorer yang berstatus K2. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah masih minimnya tenaga pendidik di Kabupaten berjuluk Republik Kopi ini.

“Kita masih kekurangan 1.100 guru. Ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita bersama, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud),” papar Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat dalam Safari Pendidikan dan Kebudayaan di SDN Patemon 2, Kamis (21/2/2019).

Penghargaan yang dimaksud, dijelaskan Wabup kelahiran Bondowoso ini, adalah dengan menambah tunjangan insentif para guru honorer K2 yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang awalnya hanya Rp200ribu perbulan.

“Kita tambah menjadi Rp400 ribu perbulan. Tolong kepada para Kepala Sekolah juga harus mengalokasikan melalui dana BOSnya. Tentunya, sesuai dengan ketentuan yang ada. Jangan ditahan-tahan. Karena saya lihat, banyak yang ngajar itu tenaga honorer,” tegas Irwan Bachtiar di hadapan tenaga pendidik se-Kecamatan Wringin, Pakem, Binakal dan Curahdami.

Tak hanya menambah tunjangan insentif untuk para tenaga pendidik, dikatakan Irwan, kekurangan guru di Kabupaten Bondowoso ini telah disepakati, guru honorer K2 yang memenuhi syarat dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan diterima semua.

“Kami sudah sepakat untuk melakukan rekrutmen tenaga khususnya program guru melalui PPPK ini. Dari kekurangan 1.100 lebih, K2 yang tercatat ada 561 K2 guru, yang memenuhi syarat pendaftaran PPPK ini ada 456, ini akan kami rekrut semua,” pungkas politisi PDIP ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here