Kekurangan Inseminator, Diperta Bondowoso Kerjasama dengan BBIB Malang

294
Proses IB ternak sapi di Desa Tegal Mijin tahun 2016 yang lalu, dalam upaya mendukung Kementerian Pertanian melalui program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting melalui Upsus SIWAB
BONDOWOSO – Sebagai salah satu lumbung ternak di Jawa Timur (Jatim), Kabupaten Bondowoso masih kekurangan petugas Inseminasi Buatan (IB) atau lebih dikenal dengan Inseminator.
Untuk itu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Diperta) Kabupaten Bondowoso bekerjasama dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang dalam rangka memenuhi kebutuhan Inseminator.
“Kami sudah bekerjasama dengan pihak BBIB di malang. Untuk tahun 2017 lalu, kami kirimkan 5 orang untuk mendapatkan pelatihan menjadi inseminator. Tahun 2018 ini, ada 4 orang,” papar Kepala Diperta, Munandar, Kamis (9/8/2018).
Bahkan, dikatakan mantan Kabag Umum ini, setiap ada Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan terkait petugas IB di BBIB Malang, Kabupaten Bondowoso selalu diminta untuk mengirimkan orang yang akan mengikuti Bimtek tersebut.
“Jadi, petugas IB yang sudah ada kita kirim lagi untuk mengikuti Bimtek itu untuk menciptakan SDM yang mumpuni dalam hal kawin suntik ini. Selain itu, inseminator di Bondowoso juga harus ditambah,” pungkas Munandar.
Untuk diketahui, teknologi IB merupakan suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut ‘insemination gun’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here