Kemenpar RI: Sektor Wisata di Bondowoso Butuh Perhatian Pemerintah

292
Ketua Tim Percepatan Pengembangan Ekowisata, David Makes Saat dikonfirmasi

BONDOWOSO – Tim Percepatan Pengembangan Ekowisata Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan di Kementerian Pariwisata menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pengembangan produk ekowisata Kabupaten Bondowoso, di Aula Hotel Palm, Kamis (28/3/2019).

Menurut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Ekowisata Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, David Makes, sektor pariwisata Kabupaten Bondowoso masih sangat membutuhkan perhatian pemerintah dalam percepatan dan pembangunan ekowisata.

“Kita melihat Bondowoso ini masih butuh perhatian, karena secara geografis. Bondowoso mempunyai potensi yang luar biasa,” ungkapnya saat dikonfirmasi usai membuka FGD.

Oleh karena itu, David menginginkan agar potensi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten berjuluk Republik Kopi, mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten yang lain.

“Potensinya memang luar biasa, tetapi kok kurang pas. Nah, ini yang perlu kita bahas, dan ini menjadi tugas Tim Percepatan dalam mempercepat proses pembangunan Produk Ekowisata di daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut, David mengemukakan kedatangan Tim Percepatan sebagai bentuk sinergi Pemerintah Pusat kepada daerah yang memiliki Potensi Wisata dan masih membutuhkan pengembangan.

“Karena, dalam pembangunan wisata tidak bisa dibangun secara sendiri-sendiri, maka dari itu kita kumpulkan melalui FGD ini,” tandasnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Pariwisata Bondowoso, Harry Patriantono mengatakan akan memfokuskan pengembangan wisata alam pada Ijen dan Gunung Raung di tahun mendatang.

“Tahun 2020 kita akan fokus pada wisata Ijen dan Raung sesuai dengan KSPD Perda kita fokuskan dikawasan Ijen dan raung,” tuturnya.

Bahkan, Dinas Pariwisata Bondowoso juga dipacu untuk membuat Konsep tentang kepariwisataan agar supaya percepatan Pengembangan Ekowisata di Bondowoso.

“Kami akan segera membuat proposal kebutuhan kami untuk pengembangan pariwisata,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here