Kementerian ESDM Evaluasi Kesiapan Ijen Geopark, Begini Tindak Lanjut Pemkab Bondowoso

88
Salah satu situs Ijen Geopark di Kecamatan Ijen (foto : IG@rayruby872)

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso akan segera menindaklanjuti evaluasi yang diberikan oleh tim dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beberapa waktu lalu.

Evaluasi tersebut diberikan setelah tim Kementerian ESDM tersebut mereview persiapan Ijen Geopark di Bondowoso maupun Banyuwangi, sebelum assesment menuju Unesco Global Geopark (UGG).

“Diantaranya terkait penguatan sisi aksesibilitas dan visibilitas di sekitar situs geologi Ijen Geopark,” ungkap Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso, Retno Wulandari di ruangannya, Kamis (20/5/2021).

Terkait penguatan sisi aksesibilitas serta visibilitas di situs geologi Ijen Geopark itu dijelaskan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata di Disparpora Kabupaten Bondowoso, Arief Setyo Rahardjo.

Menurutnya, saat ini pihaknya telah bersinergi bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Bondowoso untuk penguatan sisi aksesibilitas dan visibilitas tersebut.

“Untuk penguatan sisi aksesibilitas seperti jalan, sudah kita komunikasikan dengan Dinas PUPR sebagai dinas teknis. Yang menjadi catatan kemarin itu, akses jalan dari Plalangan menuju Paltuding serta Plalangan menuju air panas Blawan,” paparnya.

Untuk penguatan sisi visibilitas seperti penambahan rambu-rambu menuju situs Ijen Geopark dan penanda arah, imbuhnya, sudah dilakukan pengadaan oleh DLHP. Namun, menurut Arief, masih perlu diperkuat untuk tambahan di beberapa titik.

“Nanti dari Disparpora ada tambahan pengadaan rambu-rambu wisata menuju situs Ijen Geopark. Bahkan, kami juga sudah meminta dukungan dari Bank Jatim Bondowoso maupun Bank Jatim pusat untuk mendukung penguatan sisi visibilitas di Ijen Geopark ini,” jelasnya lagi.

Tak hanya itu, dijelaskan Arief, persiapan menuju UGG perlu juga dilakukan penguatan dalam hal ketersediaan produk-produk yang memiliki ciri khas dan branding Ijen Geopark.

“Kita sudah punya Kios Cinderamata atau Geoshop yang ada di Paltuding, Kawah Wurung, Kluncing, Blawan dan Solor. Untuk penguatan dalam hal ketersediaan produk ini, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dikoperindag). Ketiga sisi itu yang akan diperkuat dalam proses kegiatan ditahun ini. Mudah-mudahan, bulan Juni 2021 mendatang sudah bisa dimulai,” pungkas Ketua Pelaksana Pengurus Harian Ijen Geopark ini. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here