Komisi II DPRD Bondowoso: Program Pertanian Organik Terkesan Buang-buang Anggaran

440
Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Andi Hermanto saat dikonfirmasi (foto : yudi/bharata.co.id)

BONDOWOSO – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Bondowoso, Andi Hermanto, menilai capaian beberapa program Pemerintah hanya terkesan buang-buang anggaran semata.

Program yang telah menghabiskan anggaran dari Pemerintah tersebut, diantaranya, program pertanian organik yang sampai saat ini dinilai belum maksimal.

“Kami Komisi II DPRD Bondowoso, menilai program tersebut hanya buang-buang anggaran saja, karena sampai saat ini hasil yang didapatkan masih belum maksimal dan tidak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan pemerintah,” ungkapnya Rapat Kerja (Raker) bersama Bagian Perekenomian, Senin (11/11/2019).

Dirinya mengatakan, hasil pertanian organik yang telah lama digembar-gemborkan, masih belum jelas capaiannya. Sehingga politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut menduga ada permainan anggaran.

“Mana hasil dari organik yang dikirim, yang katanya 130 Hektare, mana sampai saat ini belum jelas, jangan-jangan ada permainan terkait masalah anggaran didalamnya,” paparnya.

Bahkan, dirinya menegaskan jika angka 130 hektare pengembangan lahan organik, diantaranya terbesar di Desa Lombok Kulon yang sudah berstandart internasional belum ada kejelasan data hasil pengiriman.

“Saya yakin itu hanya permainan, mana hasil ekspornya, mana hasil pengirimannya yang tentunya itu sudah terdata di pemerintah kabupaten, tapi nyatanya tidak ada,” tukasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here