Komisi II DPRD Bondowoso Sarankan PT Bogem Dibubarkan

409
Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Andi Hermanto (foto:Yudhistira/Bharata Online)

BONDOWOSO – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso, Andi Hermanto merasa pesimis akan keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bondowoso Gemilang (Bogem).

Bahkan, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Bondowoso ini mengatakan, lebih baik BUMD PT Bogem dibubarkan. Karena menurutnya, hanya buang-buang anggaran saja dan tidak menghasilkan output yang jelas kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau kami dari Komisi II berharap agar BUMD PT Bogem ini dibubarkan saja, karena sampai saat ini outputnya tidak jelas,” ungkap Andi Hermanto, usai menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama mitranya, yakni, Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Senin (11/10/2019).

Pasalnya, BUMD yang digadang-gadang bisa memutus mata rantai tengkulak kopi ini telah mendapatkan penyertaan modal dari Pemkab Bondowoso sebesar Rp 3 Miliar.

“Kami juga belum mendapatkan paparan studi kelayakan usaha dari pendirian PT Bogem itu secara jelas. Ini bersangkutan dengan anggaran Pemerintah loh, jadi harus jelas. Ditakutkan, anggaran yang sudah dikucurkan Pemkab hanya habis untuk bayar gaji direksi saja tanpa ada hasil,” ketus Andi.

Sementara, Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Bondowoso, Aris Wasiyanto mengatakan bahwa pihaknya harus terus menjalankan BUMD PT Bogem yang saat ini sudah memasuki tahap seleksi jajaran Direksi.

“Ini kan sudah ada Perda-nya, yakni, Perda Nomor 1 tahun 2017. Kalau saya tidak melaksanakan itu, ya jelas saya salah,” pungkasnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here