Kuasai 64 Hektare Tanah, Pembakar Lahan di Ijen Diringkus Polisi

103
Wakapolres saat memimpin jalannya press conference penangkapan dalang pembakaran hutan di kawasan Ijen (foto: istimewa)

BONDOWOSO – Polres Bondowoso berhasil mengamankan dua orang tersangka yang menjadi dalang pada kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Ijen yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dikatakan Wakapolres Bondowoso, David Subagyo, kedua orang tersangka pembakar hutan dan lahan itu memiliki peran berbeda. Kedua pelaku yang sama-sama warga Kecamatan Ijen tersebut, diantaranya, Mudenan alias P.Mur (74) berperan sebagai eksekutor, sedangkan Muhammad Zaman alias H.Tutik (59) berperan sebagai dalang terjadinya karhutla tersebut.

“Kedua pelaku, kami kenakan pasal 78 ayat (4) UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, juncto Pasal 69 ayat (1) huruf (h) UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Keduanya diancam kurungan penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar,” jelasnya saat Press Conference di halaman Polres Bondowoso, Senin (11/11/2019).

Bahkan, menurut David, keduanya telah berkali-kali melakukan perbuatan yang sama hingga berhasil menguasai 64 hektare lahan.

“Sesuai pengecekan kami di TKP, pelaku sudah berhasil menguasai sekitar 64 hektare yang rencananya akan mereka tanami kopi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, total karhutla yang sengaja dibakar ada 970 hektare lahan milik BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), diantaranya, TWA (Taman Wisata Alam) Ijen dan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup.

“Jumlah ini tidak termasuk lahan milik Perhutani yang juga ikut terbakar,” pungkas David Subagyo.

Untuk diketahui, kedua tersangka berhasil diamankan pada 7 November 2019 di kediamannya, kemudian dilakukan penahanan pada keesokan harinya untuk dilakukan penyidikan.

Sedangkan, barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka, diantaranya, 1 buah korek api, 1 alat pencakar besi, beberapa batang bambu yang telah dicat merah ujungnya serta serpihan kayu yang terbakar. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here