Kumuh dan Sudah Tua, Bangunan Pasar Maesan Akan Dibangun

Sigit Purnomo: Ini rencana strategis kami

331
Pasar maesan tampak dari depan, yang terlihat kumuh dan perlu penataan kembali

BONDOWOSO – Pasar tradisional di Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, direncanakan akan segera dilakukan pembangunan.

“Pembangunan ini sudah masuk dalam rencana strategis kita,” ungkap Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo usai ikut serta dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di pasar Maesan, Rabu (27/2/2019).

Menurutnya, pembangunan pasar tradisional yang merupakan tempat terjadinya transaksi jual beli di Kecamatan Maesan ini, sudah dianggap tidak layak untuk ditempati karena kondisinya yang sudah cukup tua.

“Pembangunan ini nantinya juga untuk melengkapi sarana yang kurang memadai untuk mengembangkan perekonomian rakyat Kabupaten Bondowoso,” jelasnya.

Kepala Dinas Koperindag, Sigit Purnomo

Namun demikian, dikatakan mantan Asisten III Pemkab Bondowoso ini, pihaknya masih akan melakukan lobi-lobi kepada pemerintah pusat agar mendapat kucuran dana, untuk pembangunan pasar tradisional ini.

“Karena pembangunan pasar ini membutuhkan dana yang cukup besar, Insyaallah ditahun 2019 kita berangkat ke Jakarta untuk lobi-lobi. Mohon doanya saja,” ucap Sigit Purnomo.

Sementara, Kepala Pasar Maesan, Aphidian Suksiadi menguatkan pernyataan dari Kepala Diskoperindag, bahwasanya pasar tradisional Maesan memang membutuhkan rehab atau pembangunan karena sudah tidak layak.

“Pasar Maesan ini merupakan perbatasan antara Kabupaten Bondowoso – Jember. Supaya tidak terlihat kumuh, ya memang harus dilakukan pembangunan untuk penataan kembali para pedagang. Apalagi melihat kondisi didalam, sangat tidak layak,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here