Kunker ke Dinas Dikbud, Komisi IV DPRD Bondowoso Bahas Regrouping SD

256
Suasana Kunker Komisi IV ke SDN Tlogosari 1 beserta Plt Kadis DIkbud

BONDOWOSO – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Bondowoso, yang bermitra dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), mengunjungi SDN Tlogosari 1, Kamis (2/7/2020).

Rombongan Komisi yang diketuai oleh Ady Kriesna ini, didampingi langsung oleh Plt Kepala Dinas Dikbud, Haeriyah Yuliati bersama Korwil setempat. Disana, mereka disambut oleh Kepala sekolah, pengawas dan para guru SDN Tlogosari 1.

Menurut Ady Kriesna, pihaknya saat ini tengah membahas rencana regrouping. Yakni penggabungan dua atah tiga satuan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) dalam satu manajemen. Hal tersebut merupakan upaya efisiensi penyelenggaraan pendidikan.

“Kami membicarakan perencanaan regrouping SD, demi pemerataan dan optimalisasi pelayanan pendidikan, serta efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pendidikan. Sehingga kekurangan guru kelas akan teratasi dengan sendirinya,” kata politisi partai berlambang pohon beringin ini.

Mengungkap data sekolah dan siswa yang ada di Kecamatan Tlogosari, terdapat 35 SD dengan jumlah siswa sekitar 3.900. jumlah tersebut ditopang oleh guru PNS sebanyak 99 orang, dengan rasio 1: 39. Sedangkan di SDN Tlogosari 1 sendiri jumlah muridnya 270 dengan 5 guru PNS 5, dengan rasio rasio 1:40.

“Dengan 270 siswa, SDN Tlogosari 1 dapat dikatakan sebagai barometer pendidikan dasar di Kecamatan Tlogosari. Namun demikian, status Kepala Sekolahnya masih Plt. Di Kecamatan Tlogosari tercatat ada  5 sekolah yang jabatan Kepala Sekolah (KS) nya dirangkap dengan sekolah terdekat,” jelasnya.

Kepada media ini, lanjut Kriesna, Komisi IV DPRD Bondowoso mendorong agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera mengisi kekosongan jabatan KS diseluruh satuan pendidikan dasar se Bondowoso, termasuk tingkat TK.

“Pengisian kekosongan KS SD dan TK tersebut hendaknya bersamaan dengan rencana regrouping SD demi tercapainya efektifitas, efisiensi dan optimalisasi layanan pendidikan,” imbuhnya.

Selain itu Komisi IV juga mendiskusikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan persiapan new normal di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Kami semua sepakat bahwa persiapan pelaksanaan belajar-mengajar dalam suasana new normal harus disiapkan sedini mungkin dan sedemikian rupa. Masukan dari guru, KS, Pengawas serta Korwil memperkaya ide kami sebagai decision maker dalam memutuskan konsep new normal dalam bidang pendidikan,” tuturnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berjanji untuk mendiskusikan lebih dalam perihal konsep new normal dalam bidang pendidikan dengan melibatkan stakeholder lainnya, seperti Dewan Pendidikan dan PGRI.

“Focus Discussion Group (FGD) konsep new normal dalam bidang pendidikan memang sangat diperlukan demi menjamin tercapainya tujuan pendidikan (afektif, kognitif, psikomotorik) pada satu sisi namun juga menjaga kesehatan siswa pada sisi yang lain,” kata Haeriyah Yuliati.

Sementara ini, selama penerapan sistem daring dan luring maka peran orang tua untuk menanamkan aspek kepribadian/akhlak atau afektif diharapkan lebih intensif.

“Sebab kunci utama pendidikan bukan saja terletak pada seberapa tinggi ilmu yang diserap, melainkan seberapa luas manfaat ilmu diterapkan,” pungkasnya. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here