Kunker Perdana, Pemkab Bondowoso Fokus Turunkan Angka Kemiskinan

312
Wabup Irwan Bahctiar Rahmat saat memberikan sambutan

BONDOWOSO – Memasuki awal tahun 2019, Bupati KH Salwa Arifin dan Wakil Bupati Irwan Bahctiar berkomitmen untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Bondowoso.

Seperti diketahui, Bondowoso saat ini masih masuk dalam kategori kabupaten tertinggal dan sampai detik ini angka kemiskinan ada di kisaran 14, 39 persen.

“Kita sudah sepakat untuk menurunkan angka kemiskinan hingga 12 persen. Intinya kita akan menurunkan angka kemiskinan di Bondowoso,” urai Wabup saat memberikan sambutan di kunker perdananya di Aula SMK-PP Tegalampel, Senin (14/1/2019).

Kendati demikian, dirinya berharap kepada seluruh sektor pemerintahan utamanya para Kepala Desa agar selalu bekerja sama untuk mensupport target dari bupati dan wakil bupati untuk menurunkan angka kemiskinan di Bondowoso.

“Harapan saya semua program prioritas kita terus didukung. Utamanya, dukungan dari semua Kades dalam mengelola dana desa, agar searah dengan target kita, yaitu menurunkan angka kemiskinan,” harapnya di hapadan para Camat dan Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Binakal, Tegalampel, Pakem dan Wringin.

Maka dari itu, lanjut Wabup, Kades menjadi prioritas utama untuk mensupport target dari pemerintahannya. Sebab, desa memiliki data by name by address warga miskin yang nantinya akan disingkronkan dengan data yang ada Bappeda.

“Data orang per orang ya sudah ada di desa dan harus disingkronisasikan dengan data yang ada di Bappeda, karena disana sudah tercantum basis data terpadu yang sudah dikeluarkan oleh Dinas Sosial,” ujarnya.

Bahkan, dirinya menegaskan agar seluruh Camat di Bondowoso agar selalu melakukan pengawasan maksimal tentang dana desa di setiap desa, dan bukan hanya formalitas saja, sehingga tidak keuar dari zona yang telah ditetapkan.

“Jadi, pak camat harus tau dan melakukan pengawasan dana desa dan insyaallah operasional camat akan kita tingkatkan nantinya. Dan saya berharap kepada para Kades agar tidak lagi memungut iuran-iuran dari dana desa yang tidak jelas peruntukannya,” tukasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here