Kurangi Area Blank Spot, Pemkab Bondowoso Bangun 16 BTS di Empat Desa

33
Kepala Diskominfo, Haeriah Yuliati didampingi Kasi Aplikasi dan Data Base, Eka Kusuma Astuti saat meninjau lokasi pembangunan BTS di Desa Bajuran, Kecamatan Cermee

BONDOWOSO – Menyikapi program Pemerintah Pusat, tahun 2020 ‘Merdeka Sinyal’ yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso telah membangun 16 Base Transciever Station (BTS) beberapa titik di Kecamatan Cermee.

Hal tersebut dilakukan agar daerah yang awalnya blank spot atau los komunikasi, bisa menikmati layanan internet.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Haeriah Yuliati, melalui Kepala Seksi (Kasi) Aplikasi dan Data Base, Eka Kusuma Astuti mengatakan, pada Tahun 2019 pihaknya telah membangun BTS di empat desa di wilayah Kecamatan Cermee.

“Ada empat desa di Kecamatan Cermee, yaitu Desa Bajuran, Plalangan, Solor dan Desa Jirekmas, dimana masing-masing desa terdapat empat titik BTS,” ungkapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (24/2/2020).

Sebenarnya, kata Eka, masih banyak desa-desa yang masih belum mendapatkan layanan signal dan sulit berkomunikasi, maka dari hal tersebut, pihaknya akan mengupayakan didalam tahap berikutnya untuk membangun BTS, sehingga secara bertahap tidak ada lagi daerah yang blank spot.

“Inikan program dari pusat, yang kemarin hanya di ACC empat desa itu, jadi ini kan dari pusat, semisal ada lagi program seperti itu kita pasti diundang lagi oleh pusat,”tuturnya.

Lebih jauh, Eka mengutarakan, dengan adanya program BTS tersebut, pemerintah berharap agar daerah blank spot di Bondowoso bisa teratasi, sehingga tidak ada lagi desa di Bondowoso dengan sebutan mati signal.

“Harapan kita kedepan, agar desa-desa yang tidak ada signal bisa ada, sehingga bisa berkomunikasi dengan baik, kan kalau sudah ada signal bisa memanfaatkan teknologi untuk membangun ekonomi masyarakat,” tukasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here