Kurun Waktu 3 Tahun, Pernikahan Dini di Bondowoso Terus Menurun

491
Kepala DPPKB Bondowoso Nunung Setianingsih saat dikonfirmasi

BONDOWOSO- Angka Pernikahan dini di Kabupaten Bondowoso selama tiga tahun terakhir, mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Dari data yang diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB), total dari pernikahan di bawah umur 20 tahun, kurang lebih ada 5 ribu pernikahan.

“Pada tahun 2016 kita berada diangka 43, 76 persen, pada tahun 2017 turun di angka 41, 76 persen dan pada tahun 2018 kemarin kita berada di angka 41, 06 persen dari jumlah total 5 ribu pernikahan,” urai Kepala DPPKB Bondowoso, Nunung Setianingsih, saat dikonfirmasi usai menggelar acara Sosialisasi Program PP dan KB di Shababina I, Selasa (19/3/2019).

Kendati demikian, Kabupaten Bondowoso masih berada diurutan terbawah dari tiga kabupaten di Jawa timur. Hal tersebut disebabkan oleh adat dan kultur budaya yang sudah berkembang dimasyarakat yang menjadi kendala di Bondowoso masih tingginya angka pernikahan dini.

“Berdasarkan evaluasi dari BKKBN Provinsi, kita masih berada diposisi nomor tiga terbawah dari tiga kabupaten seperti Sumenep dan Probolinggo,” ujarnya.

Upaya menurunkan tingginya angka pernikahan dini, lanjut Nunung, DPPKB terus bersosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat dengan meluncurkan inovasi-inovasi yang telah diserap dari pelatihan yang digelar selama ini.

“Untuk menekan angka pernikahan dini agar terus berkurang kita telah melakukan sosialisasi-sosialisasi program seperti Advokasi KIE, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kelompok bina keluarga,” paparnya.

Dirinya Berharap kepada seluruh lapisan masyarakat, agar senantiasa memperhatikan dan mengubah mindset pola fikir mereka, untuk tidak menikahkan anaknya di bawah umur 20 tahun.

“Jangan lagi menikahkan anak pada usia dini, karena akan berdampak pada reproduksi juga serta mental mereka,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here