Langgar Kode Etik, Syaifullah Dibebastugaskan sebagai Sekda Bondowoso

26
Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat saat dikonfirmasi awak media

BONDOWOSO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Syaifullah, dibebastugaskan, karena diduga melanggar kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN), seperti yang tertera pada pasal 7 ayat 4 Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010, tentang pelanggaran disiplin berat.

Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, pembebastugasan sementara itu terkait kasus dugaan pengancaman kekerasan yang diduga dilakukan Syaifullah tahun lalu.

“Bukan karena terdakwa, tetapi karena pelanggaran disiplin. Berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik. Seperti yang kita tahu berkaitan dengan ancaman yang dilakukan Syaifullah terhadap saudara Alun dan Sulis,” ujar Wabup di Wismanya, Kamis (27/8/2020).

Menurut Irwan, Syaifullah diduga melanggar pasal 3 angka (4), (6) dan (9) serta pasal 4 angka (1), pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Pelanggaran atas pasal tersebut merupakan pelanggaran disiplin tingkat berat.

“Pak Sekda ini diberhentikan sementara, bukan berkaitan dengan kasus hukum sebagai terdakwa, tapi berkaitan dengan disiplin. Berkaitan dengan Kode Etik itu aja,” kata Wabup Irwan.

Kata Wabup Irwan, hal ini perintah dari Ibu Gubernur Jatim Timur kepada pihaknya untuk menonaktifkan Sekda Bondowoso. Dan pada hari ini sesuai dengan jadwal, Syaifullah menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Provinsi di Kantor Inspektorat Bondowoso.

“Ini perintah dari Bu Gubernur kepada kita untuk menonaktifkan,” urai Politisi PDIP itu.

Dijelaskannya, bahwa pembebastugasan sementara kepada Syaifullah sebagai Sekda ini dalam waktu hingga permasalahan selesai dan sanksi sendiri ditetapkan oleh Gubernur. Karena, pemberian sanksi tersebut merupakan kewenangan Gubernur Jawa Timur.

Untuk itu, agar roda pemerintahan Kabupaten Bondowoso terus berjalan, pihaknya akan mendesak Pemerintah Provinsi Jatim untuk segera menentukan Pelaksana Harian (Plh) dan Penjabat pengganti Syaifullah.

“Satu dua hari ini. Kita nunggu kabar dari Provinsi sehingga nanti kita menindaklanjuti siapa yang akan ditunjuk sebagai Plh. Sekaligus untuk memproses juga dan menyiapkan siapa Penjabat,” pungkasnya. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here