Laporan Dana BOS Tak Sesuai Juklak Juknis, Irwan : Ada Sanksi Pidananya

488
Wakil Bupati, Irwan Bachtiar saat memberikan sambutan dan arahan dalan Safari Pendidikan dan Kebudayaan di SMPN 5 Bondowoso

BONDOWOSO – Di Kabupaten Bondowoso, masih banyak ditemukan realisasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tak sesuai dengan perencanaan.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar saat memberikan sambutan dan arahan kepada insan pendidikan dalam Safari Pendidikan di SMPN 5 Bondowoso, Rabu (20/2/2019).

“Kemarin dalam rakor, masih ada kendala mengenai pelaporan dana BOS,” ungkapnya di hadapan insan pendidikan se Kecamatan Bondowoso, Tenggarang, Wonosari, Taman Krocok serta Tegalampel.

Realisasi yang banyak tak sesuai dengan perencanaan tersebut, dikatakan Irwan, masih menjadi kendala dalam hal pelaporan penggunaan dana BOS. Karena menurutnya, aplikasi telah disiapkan untuk metode pelaporan, sehingga sesuai dengan aplikasi yang ada.

“Untuk hal ini, perlu dilakukan suatu pelatihan kepada operator sekolah terkait pelaporan dana BOS. Jangan sampai bertentangan dengan juklak dan juknis penggunaan dana BOS, karena sudah jelas ada sanksinya. Ada sanksi pidana juga,” jelas Wakil Bupati kelahiran Bondowoso ini.

Agar terhindar dari sanksi yang disampaikan Wakil Bupati Bondowoso tersebut, Irwan meminta kepada para Kepala Sekolah agar kedepannya membuat perencanaan terlebih dahulu, sehingga tidak ada lagi yang namanya ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi dana BOS serta keterlambatan laporan.

“Keterlambatan laporan dana BOS ini juga akan berpengaruh terhadap opini laporan keuangan yang diberikan BPK,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Safari Pendidikan dan Kebudayaan kedua yang digelar di SMPN 5 Bondowoso ini, dihadiri oleh Kepala Sekolah dan guru dari lima kecamatan, yakni kecamatan Bondowoso, Tenggarang, Wonosari, Taman Krocok serta Tegalampel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here