Laporan Konvergensi Stunting, Bisa Tunda Pencairan Dana Desa Tahap III

399
Kepala Dinas PMD, Abdurrahman saat memberikan pengarahan kepada Kepala Desa dalam Bursa Inovasi Desa di Kecamatan Wringin

BONDOWOSO – Program Inovasi Desa (PID) dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun ini, diarahkan pada penanganan masalah konvergensi stunting. Pemerintahan Desa didorong untuk menyusun program perbaikan gizi dalam rencana pembangunan desa.

Kabupaten Bondowoso saat ini angka stunting masih cukup tinggi se Jawa timur, dengan demikian sesuai dengan surat amanat dari PMK Nomor 193/PMK 07/2018 tentang pengelolaan dana desa yang mensyaratkan dalam penyaluran Dana Desa (DD) adanya laporan konvergensi stunting di desa yang diprioritaskan.

“Kepada para kepala desa nanti dalam rangka pencarian dana desa tahap III, tidak hanya melengkapi surat pertanggungjawaban tahap satu dan dua berikut OMSPAN nya, tetapi harus ada laporan Konvergensi stunting desa,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Abdurrahman, saat membuka acara Bursa Inovasi Desa, Kamis (15/8/2019).

Ditegaskan Abdurrahman, berkaitan dengan masalah stunting, desa diminta penuh agar bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dalam hal penanganan dan penurunan angka stunting di Bondowoso, sebagaimana telah diamanatkan oleh PMK.

“Ketika nanti tidak ada laporan konvergensi stunting dari desa, mohon maaf, pencairan dana desa tahap ketiga mungkin agak tertunda. Karena ini sudah putusan dari Menteri Keuangan Nomor 193,” tegasnya.

Dirinya berharap para Kepala Desa bisa merumuskan dan menyusun laporan konvergensi stunting yang ada didesa masing-masing sehingga apa yang menjadi target dari pemerintah untuk menurunkan angka stunting bisa cepat tercapai.

“Sesuai dengan pasal 6 PMK, disebutkan pemerintah desa yang menghadapi permasalahan stunting harus mengalokasikan anggaran untuk mendanai koordinasi kegiatan intervensi dalam pencegahan stunting,” tukasnya.

Sekedar diketahui, Bondowoso angka stunting tersebar di 19 desa dengan angka 16 persen dan menduduki peringkat ketiga tertinggi angka stunting dari kabupaten Bangkalan dan Pamekasan. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here