LEGENDA BATU SOLOR BONDOWOSO

4060
Batu Solor Bondowoso, situs megalitikum ala stonehenge di Inggris

Di era tahun 1370-an Masehi, seorang bangsawan dari Majapahit yang bernama Bhre Wirabumi beserta pengikutnya melintas di wilayah perbukitan nan luas. Ia diutus oleh Raja Majapahit (Prabu Hayam Wuruk) untuk menjadi penguasa wilayah Kerajaan Majapahit di bagian timur. Bhre Wirabumi rupanya lebih memilih lewat jalur hutan daripada jalur pesisir, mengikuti jejak Prabu Hayam Wuruk yang pada tahun 1359 melakukan konsolidasi politik berkunjung ke desa – desa Majapahit bagian timur yaitu di Lamajang/Lumajang, Sadeng, Pakembangan dan Patukangan. Pada suatu saat tibalah Bhre Wirabumi di hutan nan luas dan berbukit-bukit, kelak pada tahun 1819 dinamakan Bondowoso.

Bhre Wirabumi terus berjalan ke arah timur melewati rimba raya dimana kemudian dia tersesat dan lupa arah. Ditengah kegalauannya di pertengahan musim kemarau itu, pada suatu malam dia melihat secercah cahaya yang bersinar, kemudian dia mendengar bisikan, ‘sulurono sela hinggil kuwi ngger’ (naiki batu tinggi itu nak). Dengan rasa penasaran didatangilah sinar tersebut, yang ternyata berada di atas bongkahan batu tinggi berjajar 6. Bhre Wirabumi berusaha menggapai sinar itu dengan cara memanjat bongkahan batu tersebut serta berpegangan pada sulur tumbuhan yang menempel kuat di dinding batu itu. Ketika sampai di atas batu tiba – tiba sinar itu hilang, Bhre Wirabumi menganggap kejadian gaib itu sebagai prasarat agar dia melakukan semedi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here