Lestarikan Budaya, GAS Bondowoso Gelar Ketoprak Millenial

45
Foto bersama para seniman yang tergabung dalan GAS, usai menggelar Ketoprak Millenial di Wisma Wabup

BONDOWOSO – Group Apresiasi Seni (GAS) yang dibina oleh Adi Sunaryadi, mengawali roadshow ‘Ketoprak Millenial’ di Wisma Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, Jumat (31/1/2020) malam.

Dikatakan pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispapora) Kabupaten Bondowoso ini, roadshow yang digelar oleh GAS bertujuan untuk pelestarian seni budaya.

Sebuah group seni yang kesemua anggotanya adalah anak-anak muda ini, menurut Adi Sunaryadi, sekaligus untuk mempromosikan sektor pariwisata di Kabupaten yang dikenal sebagai daerah penghasil kopi ini.

“Kita beri tagline ‘Ketoprak Milenial’, tentu tujuannya untuk mengimbangi budaya asing yang masuk melalui media sosial dengan cara mempertontonkan sebuah seni budaya lokal, yang kini mulai meredup dalam kehidupan masyarakat kita. Kami rasa, cara ini sangat efektif untuk menghidupkan kembali budaya seni lokal yang kita miliki,” jelasnya.

Roadshow ‘Ketoprak Milenial’ yang akan berakhir sebelum bulan puasa (Ramadhan) itu, dikatakan Adi Sunaryadi, juga akan mengangkat cerita-cerita sejarah di Bondowoso.

“Selain cerita legenda Batu Solor yang dipertontonkan untuk memulai roadshow ini, kita juga mengangkat cerita sejarah, seperti, sejarah Gerbong Maut, sejarah Bondowoso, Tegalampel serta cerita sejarah wilayah lainnya. Kan setiap wilayah di Kabupaten ini, pasti memiliki cerita sejarah,” paparnya.

Menariknya, dalam setiap ketoprak yang ditampilkan pihaknya sengaja memilih dialog yang menggunakan bahasa anak muda millenial, dengan tetap mempertahankan bahasa daerah.

Ini dilakukan agar ketoprak milenial yang membawakan tema sejarah itu, bisa diterima dengan mudah oleh anak muda Bondowoso. Ujungnya, mereka bukan hanya mengenal tentang budaya dan kesenian lokal Bondowoso. Namun juga turut melestarikan dan mempromosikan.

“Ide dasarnya dari situ. Ditengah gencarnya medsos tentu lebih dari luar yang masuk, jadi kita coba mengimbangi dengan cara millenial juga, dengan cara adaptasi kekinian, walaupun kisahnya lalu, penggunaan bahasanya tetap mengikuti zaman millenial,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pagelaran ‘Ketoprak Milenial’ ini adalah salah satu bentuk sinergitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Disparpora dengan sanggar-sanggar seni yang ada di daerah ini. (rzq/dis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here