LPBI NU dan PCNU Bondowoso, Salurkan Bantuan Sembako Bagi Korban Banjir Bandang

19

BONDOWOSO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) bersama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Bondowoso, menyalurkan bantuan sembako kepada warga Desa Sempol dan Kalisat Kecamatan Ijen, yang terdampak banjir bandang, Kamis (30/1/2020).

Seketaris LPBI NU Kabupaten Bondowoso M Sugiyanto Z menjelaskan, bantuan yang diberikan kepada warga merupakan aksi solidaritas bersama jajaran pengurus PCNU, PMI, FPBI, dan Lesbumi.

“Ini merupakan aksi solidaritas kami untuk menyalurkan bantuan makanan, minuman, roti, mie instan, beras. Bahkan, kami juga mendirikan posko NU peduli Ijen di sekitar masjid di Desa Sempol,”katanya usai menyerahkan bantuan.

Selain itu, LPBI NU Bondowoso juga akan melakuan assesment, untuk mendidentifikasi secara cepat, apa saja yang menjadi kebutuhan warga pasca bencana banjir bandang.

“Kita bersama tim dari PCNU Bondowoso, akan melakukan pemetaan terkait kebutuhan mendasar bagi korban pasca bencana, serta melakukan pendampingan berkelanjutan,” jelasnya.

Selain memberikan bantuan, lanjutnya, di sekitar masjid Desa Sempol didirikan posko NU peduli Ijen. Hal tersebut dimaksudkan untuk menampung semua bantuan yang kemudian akan dikoordinir oleh ketua ranting NU Sempol.

“Batuan sembako itu diberikan secara simbolis kepada Ketua Ranting NU Sempol, jadi untuk pembagiannya ke warga nanti diatur olek ketua ranting NU setempat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan kepada pada korban bencana yang dipimpin langsung oleh Rois Syuriah PCNU Bondowoso KH Asy’ari Phasa, yang didampingi oleh jajaran pengurus PCNU, LPBI NU, Lesbumi, LKNU, Banser, dan relawan FPBI Bondowoso.

“Kami berharap atas kejadian bencana ini mudah-mudahan tidak terjadi lagi, dan masyarakat diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kejadian ini,” pungkas Sugianto.

Seperti diketahui, banjir bandang yang membawa material kayu, batu dan lumpur pada Rabu (29/2/2020) kemarin, jelas berasal dari lereng Gunung Suket. Dimana hutan di gunung tersebut sudah terbakar tahun 2019 silam, dan memiliki histori banjir bandang pada tahun 2015 silam.

Akibatnya, sebanyak 135 rumah di Desa Kalisat dan 80 rumah di Desa Sempol terdampak banjir bandang tersebut. Bahkan, ratusan ternak kambing dan sapi juga terdampak. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here